Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 23.02 WIB

Miris! Anak-anak Kecil di Papua Kecanduan Ngelem: Ditukar Makanan Nggak Mau, Tetap Pilih Ngelem

Tangkapan layar video viral anak-anak kecil di Papua kecanduan ngelem. (Instagram/Adichandra38). - Image

Tangkapan layar video viral anak-anak kecil di Papua kecanduan ngelem. (Instagram/Adichandra38).

JawaPos.com - Sebuah video viral memperlihatkan betapa miris perilaku anak-anak kecil di Papua. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat anak-anak kecil di Papua melakukan tindakan yang tidak patut dicontoh bahkan sudah sejak kecil.
 
Video viral tersebut menampilkan sejumlah anak-anak kecil di Papua, pada malam hari, sedang asyik ngelem. Terlihat anak-anak dengan usia dibawah 10 tahun ngelem, sebuah tindakan yang dapat memicu adiksi bahkan setara dengan narkotika.
 
Video tersebut mulanya diunggah oleh akun Instagram @adichandra38 pada Januari lalu. Video tersebut kini banyak tersebar dari diposting ulang di banyak akun media sosial lainnya seperti X dan Facebook.
 
 
Video tersebut, memperlihatkan betapa anak-anak dibawah umur sudah kecanduan ngelem. Bahkan anak-anak tersebut terlihat lebih memilih ngelem ketimbang makanan.
 
"He, he, he, mau kemana? Tukar dengan makanan, maukah tidak?" kata perekam video tersebut saat memergoki kelompok anak-anak kecil Papua sedang asyik ngelem saat malam hari.
 
Saat dipergoki oleh orang dewasa, anak-anak kecil Papua pecandu lem itu lari berhamburan. Ada yang kembali dan coba berinteraksi dengan perekam. Tergoda untuk makanan yang ditawarkan dan mengelak sedang ngelem.
 
Sisanya, ada yang blak-blakan terlihat ngelem. Bahkan lem berukuran kaleng besar dengan santai dia hirup. Sisanya, menyembunyikan lem ke kemasan kecil dan disembunyikan di balik kerah baju.
 
"Maukah tidak (makanan). Taruh sini (lem untuk ditukar) Aibon. Taruh sini, mau tukar deng makanan atau tidak," lanjut perekam tersebut dengan logat daerah setempat. 
 
Terlihat beberapa anak berbohong dan mengatakan tidak ada lemnya. Padahal, lem tersebut disembunyikan di balik kerah baju dan saku jaket. Anak-anak Papua tersebut diingatkan untuk tidak kecanduan ngelem, bahkan diingatkan bisa mati jika terus-terusan ngelem.
 
 
Masa bodo, anak-anak tersebut tetap asyik ngelem. Sekalipun sudah dilarang dan akan ditukar dengan makanan, anak-anak Papua tersebut tetap memilih ngelem.
 
"Taruh sini (lemnya). Tukar deng makanan tidak. Kau mati nanti," kata perekam video tersebut menaikkan nada ucapannya. 
 
Luluh? Jelas tidak. Anak-anak Papua pecandu lem tadi tetap asyik ngelem dan tetap memilih lem alih-alih makanan.
 
Dalam video yang dibagikan ulang di akun X @Heraloebss itu, telah mendapatkan ratusan ribu atensi dari pengguna media sosial. Komentarnya jelas menyayangkan aksi anak-anak tersebut, masih kecil, sudah kecanduan ngelem.
 
Dari banyaknya komentar, masyarakat sekitar menyebut kalau di beberapa daerah Papua memang banyak anak kecil kecanduan ngelem. Bahkan kadang ngelem didampingi orang dewasa.
 
 
Sementara yang lainnya menyebut kalau anak-anak tersebut langganan membeli lem dari toko material setempat. Meski sudah dilarang, mereka tak kehabisan akal, ada yang menyuruh tukang ojek untuk membeli lem ke material.
 
"2 tahun lalu pernah sebulan di Sorong, toko belum buka mereka sudah tunggu didepan toko. Toko sudah larang beli, mereka bayar tukang ojek untuk belikan. umur 5th sampe gedean udah candu parah. miris @prabowo @DPR_RI," komentar pengguna X dengan akun @swegerdedi.
 
Banyak netizen lainnya juga mengamini kalau perilaku yang harus mendapat perhatian pemerintah dan aparat keamanan tersebut sudah lama terjadi di daerah-daerah Papua. Tapi terkesan dibiarkan.
 
"Ini sudah lama terjadi di sana," komentar pengguna X dengan akun @asupriady47.
 
Untuk diketahui bersama, kecanduan lem adalah hal yang berbahaya. Pecandu lem akan berbicara cadel, mabuk, pusing atau penampilan teler, tidak mampu mengkoordinasi gerakan, halusinasi dan berkhayal. 
 
Aktivitas ngelem dapat menimbulkan risiko kerusakan otak dan masalah pernapasan yang parah dapat terjadi. Apa yang dilakukan pecandu itu dapat mengakibatkan gagal pernapasan akut dan bahkan kematian.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore