Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 23.00 WIB

7 Kebiasaan Orang yang Sangat Baik Hati Tapi Tidak Memiliki Teman Dekat dan Sering Merasa Kesepian

Ilustrasi orang baik tapi kesepian. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang baik tapi kesepian. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang memiliki hati yang baik, hangat, dan menyenangkan untuk diajak bergaul, tetapi karena berbagai alasan mereka cenderung tidak memiliki teman dekat dan sering merasa kesepian.

Dilansir dari Blog Herald, mereka tidak memiliki teman dekat bukan karena tidak ramah atau sulit diajak bicara. Justru mereka memiliki kepribadian yang baik dan mudah bergaul dengan siapapun.

Namun membangun persahabatan yang mendalam tidak hanya membutuhkan sikap baik. Berikut adalah tujuh kebiasaan orang yang sangat baik tapi mereka cenderung tidak memiliki teman dekat dan sering merasa kesepian.

1. Selalu setuju dengan orang lain

Beberapa orang yang sangat baik hati cenderung tidak pernah mau membuat masalah atau drama. Mereka mengikuti apapun yang disarankan orang lain, selalu setuju, dan selalu menerima.

Hal ini mungkin tampak seperti sifat yang mengagumkan, setiap orang menginginkan teman yang santai dan menyenangkan. Namun, persahabatan yang mendalam dibangun atas dasar keaslian, bukan sekadar keharmonisan.

Jika seseorang tidak pernah mengungkapkan pikiran atau pilihannya yang sebenarnya, orang lain akan kesulitan merasakan hubungan yang tulus. Persahabatan tumbuh dengan rasa saling percaya, entah itu tidak setuju, berdebat, dan mengungkapkan pendapat pribadi tanpa ragu.

2. Tidak pernah mengambil inisiatif

Kita mungkin memiliki kenalan orang yang sangat baik. Dia selalu hangat, penuh perhatian, dan menyenangkan untuk diajak bergaul. Namun seiring berjalannya waktu, kita menyadari bahwa dia tidak pernah mengambil inisiatif.

Jika kita mengirimkan pesan, dia akan langsung membalas. Jika kita mengajaknya ke suatu tempat, dia akan senang untuk datang. Namun, jika kita tidak berinisiatif, tidak akan ada kabar darinya.

Awalnya, kita berasumsi dia tidak begitu tertarik dengan persahabatan. Namun, ketika kita mulai berusaha menanyakannya, dia mengakui bahwa dia tidak ingin mengganggu orang lain atau terlihat berinisiatif.

Dia tidak menyadari bahwa persahabatan butuh keseimbangan. Jika satu orang selalu harus berinisiatif terlebih dahulu, itu bisa terasa berat sebelah. Dia perlu memahami bahwa berinisiatif adalah cara yang sederhana untuk memperkuat hubungan.

3. Menghindari topik tentang diri mereka sendiri

Beberapa orang begitu fokus menjadi pendengar yang baik, sehingga mereka jarang berbagi apapun tentang diri mereka sendiri. Mereka mengajukan pertanyaan, menunjukkan minat pada orang lain, dan memastikan semua orang merasa didengarkan.

Namun, ketika harus membuka diri tentang pikiran, perasaan, atau pengalaman mereka sendiri, mereka menahan diri. Meskipun menjadi pendengar yang baik merupakan keterampilan sosial yang penting, tetapi persahabatan membutuhkan timbal balik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore