
Ilustrasi awan tebal di langit Kabupaten Gianyar, Bali. (Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/Antara)
JawaPos.com–Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini dengan status waspada hingga siaga potensi curah hujan tinggi. Peringatan dini itu untuk sebagian wilayah Bali yang diperkirakan terjadi pada dasarian (10 hari) II-III Desember.
”Bila jumlahnya antara 200-300 milimeter dalam sepuluh hari maka dikategorikan siaga,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Bali BBMKG Wilayah III Denpasar Aminudin Ar Roniri seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Senin (16/12).
Ada pun kategori waspada, lanjut dia, apabila curah hujan mencapai 150-200 milimeter per dasarian. Berdasar prakiraan dari BBMKG Denpasar, curah hujan kategori siaga pada dasarian III Desember diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Badung bagian selatan.
Sedangkan potensi curah hujan tinggi di sebagian wilayah Bali pada dasarian I Januari 2025 diperkirakan dalam kategori tidak ada peringatan.
Sementara itu, BBMKG Wilayah III Denpasar memperkirakan kondisi cuaca di Bali pada periode perkiraan 16-18 Desember dipengaruhi Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang osilasi non-seasonal berada pada fase lima (maritime continent) berkontribusi terhadap pembentukan awah hujan di tanah air.
Selain itu, terdapat gelombang Kelvin aktif sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Bali dan sekitarnya. Kemudian, ada juga pertemuan massa udara di sekitar Bali yang mendukung pertumbuhan awan hujan, suhu muka laut di Bali umumnya 29-31 derajat Celcius dan masa udara basah terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga 200 milibar (12 ribu meter).
Untuk itu, BBMKG meminta masyarakat di Bali mewaspadai potensi angin kencang diperkirakan hingga 45 kilometer per jam yang bertiup dari arah barat daya-barat laut dan potensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali.
Kemudian, tinggi gelombang laut diperkirakan hingga 2,5 meter di perairan selatan Bali dan hingga dua meter di perairan Selat Bali dan Selat Lombok. BMKG menjelaskan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter perlu diwaspadai pengguna perahu nelayan.
Kemudian, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sedangkan, operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
