Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 23.14 WIB

Jembatan Penghubung Jateng dan Jatim di Sragen Ambrol Diterjang Banjir, Warga Harus memutar

Jembatan Winong ambrol akibat diterjang hujan deras di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (15/12). (Antara) - Image

Jembatan Winong ambrol akibat diterjang hujan deras di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (15/12). (Antara)

Ribuan Warga Trenggalek Terdampak Banjir Bandang, Jalan Nasional Putus

JawaPos.com–Jembatan Winong yang menjadi penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur di Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ambrol akibat hujan deras, Minggu (15/12).

Kapolsek Gondang AKP Joko Widodo di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengatakan, jembatan penghubung Kabupaten Sragen, Jawa Tengah; dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur; tersebut ambrol pada Minggu (15/12) malam. Jembatan Winong yang melintasi Sungai Sawur tersebut memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter.

Akibat kejadian tersebut akses masyarakat Kecamatan Gondang, Jawa Tengah; menuju Kecamatan Sambirejo dan Sine, Jawa Timur; terputus. ”Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Warga harus berputar melewati Jembatan Tempusari, Gondang, dan Jembatan Jambeyan, Sambirejo,” kata Joko Widodo seperti dilansir dari Antara.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sragen Aribowo mengatakan, untuk sementara arus lalu lintas dialihkan lewat Jembatan Tempursari dan Jembatan Jambeyan. Pihaknya juga akan melakukan tindak lanjut. DPUPR juga sudah melakukan survei di lokasi Jembatan Winong.

”Jembatan masuk wewenang Kabupaten Sragen,” terang Aribowo.

Dia mengaku sudah melakukan survei untuk perencanaan pembangunan jembatan baru dan penghitungan biayanya. ”Kami usahakan hari ini keluar. Kami masih mengusulkan kepada pimpinan,” ucap Aribowo.

Sementara itu, Ribuan warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terdampak banjir bandang setelah hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak Minggu (15/12) sore hingga malam. Banjir telah melanda di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Kelutan dan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.

Banjir ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memutus jalur utama Jalan Nasional Soekarno-Hatta yang menuju pusat kota. Ketinggian air di permukiman Kelurahan Kelutan mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Di jalan utama, banjir setinggi 80–90 cm menggenangi area sepanjang 200 meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui Kecamatan Karangan.

”Banjir ini karena tanggul Sungai Ngasinan di Dusun Dukuh jebol akibat tidak mampu menahan debit air,” ujar Lurah Kelutan Pamuji Rokhmat.

Selain itu, banjir juga melumpuhkan pelayanan publik, termasuk kantor kelurahan, satu puskesmas pembantu, dua sekolah dasar, dan dua pondok pesantren.

”Air belum bisa surut karena elevasi dataran lebih rendah dibandingkan Sungai Ngasinan, sehingga butuh pompa untuk mempercepat aliran,” jelas Pamuji.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore