
Tim PKM Unpas sosialisasi dan edukasi ke TP PKK Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Istimewa)
JawaPos.com–Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pasundan (Unpas) mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.
Kegiatan itu untuk menggerakkan TP PKK menjadi kader aktif yang turut serta membantu sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Kelurahan Mengger. Selain itu untuk meningkatkan pasok sampah organik sebagai pakan magot yang dapat meningkatkan sirkular ekonomi di Kelurahan Mengger.
Ketua Tim PKM Unpas Anni Rochaeni mengungkapkan, kegiatan sosialisasi di Kelurahan Mengger sudah berjalan sejak akhir Juni. Kegiatan telah mendapatkan data teknis melalui survei di lapangan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar warga Kelurahan Mengger bisa memilah sampah organik yang nanti disalurkan ke Rumah Magot di Kelurahan Mengger.
”Kegiatannya memang fokus kita dari hulu ke hilir tapi ujungnya memang di Rumah Magot. Sebelum sampai ke Rumah Magot, kami ingin memastikan dulu sampah organik telah terpilah dan dikirimkan ke Rumah Magot. Untuk mewujudkan hal itu, kami buat sistemnya dan telah kita fasilitasi juga kebutuhan sarana prasarananya, seperti perbaikan kandang lalat, penyediaan alat pengering, dan alat pelet,” ungkap Anni dalam keterangan rilis, Selasa (17/9).
Ketua TP PKK Kelurahan Mengger Mami Suparmi menambahkan, sampah merupakan permasalahan serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh masyarakat Kelurahan Mengger.
”Edukasi tentunya memang harus terus-menerus dan tidak bisa jika hanya melibatkan satu lembaga saja. Pemerintah hanya membuat programnya, tetapi yang melaksanakannya adalah masyarakat. Apabila kegiatan ini berhasil, itu adalah berkat dukungan masyarakat,” ungkap Mami.
Imas Rohayati, Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Mengger menjelaskan, TP PKK Kelurahan Mengger sudah aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan dan pemilahan sampah. Hanya saja, belum merata ke setiap RW.
”Sudah kami laksanakan, tapi baru dua RW saja, yakni RW 03 dan RW 04. Untuk RW 05 itu kawasan berpengelola, dan sudah punya rumah kompos, jadi organik habis di situ. RW lainnya kami rencanakan akan melaksanakan edukasi di hari Selasa dalam kegiatan bebersih lingkungan. Untuk edukasi tidak rutin, biasanya mengikuti jadwal dari DLH,” jelas Imas.
Kegiatan itu turut pula menghadirkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung yang memang telah terjun aktif menjadi pendamping di Kecamatan Bandung Kidul. Dewi Kusmiyanti, Pendamping Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan sebagai Tenaga Pendamping DLH Kota Bandung untuk Kecamatan Bandung Kidul menuturkan, sebagai petugas DLH, dia rutin untuk memberikan sosialisasi, edukasi, pelatihan, monitoring, dan pendampingan kepada warga. Selain itu, dia juga membantu penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan KBS.
”Edukasi yang biasa saya lakukan biasanya, saya suka masuk ke acara arisan, pengajian, pertemuan PKK, atau juga kegiatan senam. Kalau sedang tidak ada kegiatan, paling saya akan keliling ke rumah-rumah warga untuk mencari titik-titik di mana warga berkumpul. Ya minimal dalam satu hari saya bisa menemui warga secara face to face,” tutur Dewi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
