Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 22.42 WIB

Pemda Jogjakarta Pastikan Relokasi Pedagang Teras Malioboro 2 pada 2025

Ilustrasi Teras Malioboro 2 Jogjakarta. (Eka A.R./Antara) - Image

Ilustrasi Teras Malioboro 2 Jogjakarta. (Eka A.R./Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta memastikan relokasi sebanyak 1.041 pedagang di Teras Malioboro 2, Kota Jogjakarta, akan dilakukan pada 2025.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DI Jogjakarta Srie Nurkyatsiwi mengatakan, dua tempat baru telah disiapkan di Beskalan dan belakang Ramayana, kawasan Malioboro.

”Sebanyak 1.041 itu tidak sedikit. Itu pedagang tidak hanya sekadar ditumpuk langsung, sehingga tidak teratur. Kita siapkan tempat yang memang memadai. Jadi kalau masyarakat berkunjung, mereka juga nyaman,” kata Srie Nurkyatsiwi seperti dilansir dari Antara.

Lokasi pertama yang disiapkan untuk pedagang, tambah dia, berada di Beskalan, menyatu dengan Teras Malioboro (TM) 1. Selain bisa diakses dari pintu yang sama dengan TM 1, lokasi itu bisa diakses dari depan Ramai Mall atau Jalan Beskalan.

Untuk lokasi kedua di belakang Ramayana, menurut dia, bisa diakses dari sebelah barat atau Jalan Malioboro, dan sebelah utara, melewati Gapura Pecinan di Jalan Ketandan.

Dia memastikan dua lokasi baru tersebut tetap premium. Sebab, Pemda Jogjakarta telah mengeluarkan Rp 170 miliar untuk pengadaan lahan hingga pembangunan.

Siwi menjelaskan, Pemda Jogjakarta bahkan sudah menyiapkan fasilitas parkir kendaraan untuk pengunjung Teras Malioboro di belakang Ramayana, yaitu eks kampus UPN di Jalan Ketandan. Berbagai fasilitas lain seperti toilet, musala, ruang terbuka, hingga air bersih dan listrik juga telah disiapkan.

”Komitmen Pemda Jogjakarta ini sangat luar biasa. Contohnya di Teras Malioboro 1 saat kepindahan yang awal dan itu juga sampai mereka settle. Ini kan tidak ditarik apapun semua dari Pemda. Artinya kan fasilitas dari Pemda yang di-support melalui Danais itu belum bayar retribusi, listrik juga di-support,” ujar Srie Nurkyatsiwi.

Pemda Jogjakarta, lanjut Siwi, hanya menekankan komitmen para pedagang untuk bersedia berbenah sesuai dengan situasi yang dihadapi bersama. Selain menyamakan semua fasilitas dengan TM 1, Siwi menambahkan ada berbagai strategi yang disiapkan untuk mendongkrak penjualan para pedagang di lokasi baru.

Dia menyebut akan ada rekayasa pengunjung dengan berbagai cara, seperti menggelar pertunjukan dan berbagai event disertai pendampingan dan pembinaan untuk para pedagang.

”Mereka juga akan memiliki legalitas. Nanti mereka ini akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha atau NIB. Harapannya dengan yang resmi, mereka juga legal. Teman-teman di Teras Malioboro 1 yang tadinya nggak punya NIB, sekarang sudah punya NIB. Ini juga yang akan kita lakukan,” ujar Siwi.

Hingga saat ini, untuk TM 1, Pemda Jogjakarta masih menggelontorkan Rp 7 miliar per tahun untuk operasional. Menurut Srie Nurkyatsiwi, berbagai kebijakan tersebut juga akan diterapkan dalam pengelolaan TM 2.

Siwi menegaskan, Pemda Jogjakarta tidak mengharapkan dana yang digelontorkan kembali dalam bentuk dana, akan tetapi dapat kembali dalam bentuk kesejahteraan masyarakat. Dua lokasi baru tersebut hanya bisa ditempati para pedagang yang saat ini berada di TM 2 sesuai data dari Pemerintah Kota Jogjakarta yang telah dikunci by name by address.

”Jadi, di Teras Malioboro itu kan tempatnya adalah by name by address ya sesuai NIK. Nah, legalitasnya kalau sudah by name by address dan itu lapaknya jelas. NIB nanti melekat di sana dan mengurusnya kita dampingi,” tutur Siwi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore