
Tangkapan layar warga negara Rusia membuat onar di dekat pintu masuk Daerah Tujuan Wisata Ulun Danu Beratan Bedugul, Bali, Rabu (31/7). (Rolandus Nampu/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Resor Tabanan, Bali, menjelaskan kronologi peristiwa dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang membuat keributan di dekat pintu masuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan/Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (31/7).
Kepala Seksi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata mengatakan, sebelum membikin onar di dekat pintu masuk objek wisata Ulun Danu Beratan, kedua WNA Rusia yakni Georgii Shabalin bersama kekasihnya Bezmenova Nadezhda terlibat kecelakaan dengan warga lokal di Jalan Umum Nasional Denpasar-Singaraja di wilayah Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pukul 17.00 wita. Kendaraan Toyota Raize yang dikendarai WNA itu datang dari arah selatan jurusan Denpasar menuju arah utara jurusan Singaraja.
”Di TKP, dengan kecepatan sedemikian rupa kurang hati-hati dan tidak bisa menguasai kendaraan sehingga mengambil haluan ke kanan melewati marka jalan, selanjutnya menabrak kendaraan Toyota Calya yang datang dari arah utara Singaraja menuju arah selatan jurusan Denpasar pada jalurnya,” kata I Gusti Made Berata seperti dilansir dari Antara.
Setelah kejadian, lanjut dia, WNA tersebut turun dari kendaraan sambil berteriak-teriak dan memukul kendaraan yang datang dari arah utara jurusan Singaraja. Warga kemudian bersama-sama mengamankan kedua WNA tersebut dan menghubungi petugas Polsek Baturiti.
Pada pukul 17.30 wita, personel Polsek Baturiti tiba di TKP untuk mengamankan WNA Rusia tersebut dan selanjutnya diamankan menuju Polsek Baturiti. Pada pukul 17.40 wita, WNA Rusia diamankan di Mako Polsek Baturiti dalam keadaan selamat. WNA Rusia tersebut tak bisa diajak komunikasi.
Saat petugas kepolisian memeriksa barang bawaan WNA Rusia di dalam mobil ditemukan beberapa obat yakni tiga botol ketamine HCI 100 mg/ml/1m, satu botol ketanaest (ketamine HCI 100 mg), setengah kemasan kertas paper (kertas rokok). Selain itu, barang bawaan yang ditemukan di dalam kantong tas beludru cokelat milik WNA Rusia yakni 13 botol rape berbagai merek yang dikemas dalam botol plastik, uang mainan dalam bentuk dolar Rusia, dan 15 buah kepingan Bitcoin.
Menurut keterangan kekasihnya Bezmenova Nadezhda, dia dan Georgii menginap di Chakra Tavern Bedugul, Baturiti, Tabanan, mulai 27 sampai dengan 31 Juli untuk kegiatan shooting youtube. Menurut pengakuannya, dia dan Georgii sudah tidak tidur dan tidak makan selama tiga hari dengan bantuan obat rape. Selama tiga hari keduanya melakukan aksi menyerap tenaga alam.
”Kondisi Georgii Shabalin tidak bisa melakukan komunikasi karena masih linglung dan muntah darah. WNA tersebut dibawa ke Puskesmas Baturiti 1, kemudian dirujuk ke Rumah sakit Semara Ratih Luwus Baturiti,” terang I Gusti Made Berata.
Setelah diambil sampel darah, petugas medis mendiagnosis pembuluh darah di paru-paru Georgii pecah karena benturan setelah terjadi kecelakaan. Selain itu, di lambung ada masalah karena mengonsumsi obat-obatan atau alkohol.
Dalam video yang beredar, dua WNA yakni Georgii Shabalin dan pasangannya, Bezmenova Nadezhda, terekam kamera warga sedang membuat keributan di dekat pintu masuk DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul, Tabanan, Rabu (31/7). Georgii berteriak histeris di pinggir jalan, sementara Bezmenova meniup alat musik yang terbuat dari kerang. Polisi yang berusaha menenangkan Georgii juga terlihat tidak dihiraukan WNA tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
