
Telah terjadi kejadian apes pada seorang remaja yang sedang bermain petasan. (Instagram Gresik Raya)
JawaPos.com - Petasan atau peledak kecil berasal dari negara Tiongkok. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak (koki) secara tak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.
Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya lalu dibakar, bambu tersebut akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya dapat mengusir roh jahat.
Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.
Pada zaman Dinasti Song, sebuah pabrik petasan didirikan. Kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.
Di Nusantara, tradisi petasan dibawa sendiri oleh orang-orang Tiongkok. Seorang pengamat sejarah Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang bermukim di sekitar mereka.
Selain berguna untuk tradisi pernikahan, petasan menjadi salah satu hal yang biasa ditemui, terutama pada saat bulan Suci Ramadhan seperti saat ini. Akan tetapi yang menggunakan kebanyakan seorang remaja maupun bocah-bocah untuk bermain.
Hal itu memiliki dampak negatif bagi seorang remaja berumur 17 tahun yang bermain petasan di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada pukul 20.00 WIB.
Seorang remaja tersebut berinisial "TBF" mengalami luka serius di bagian tangan kiri, hingga wajahnya juga bercucuran darah, akibat bermain petasan. Remaja tersebut tampak lemas di tepi jalan usai kejadian.
Kejadian kecelakaan apes tersebut korban yang mengalami luka serius itu pun direkam video oleh warga sekitar. Dari video berdurasi 30 detik itu tampak tangan kiri korban terluka cukup parah.
“Ya Allah, Ya Allaah..,” ucap perekam video seorang perempuan dengan menangis, Jum’at (5/4/2024).
Peristiwa kejadian apes tersebut terjadi pada hari Kamis, 04 April 2024 malam hari setelah Sholat Terawih.
Sewaktu bermain petasan di tepi jalan, tiba-tiba petasan yang dipegang remaja tersebut meletus.
Sehingga korban mengalami luka serius di bagian tangan kirinya. Korban bahkan harus mendapatkan perawatan medis akibat kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kedamean Iptu Suhari membenarkan kejadian tersebut. Korban mengalami luka serius di tangan kirinya.
“Korban mengalami luka akibat ledakan mercon atau petasan. Korban masih dirawat di RS,” ungkap Iptu Suhari.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
