Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 16.23 WIB

Tokoh hingga Kades Bawean Desak Pengusaha Kapal Turunkan Tarif

Salah satu kapal yang melayani pelayaran ke Pulau Bawea, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. - Image

Salah satu kapal yang melayani pelayaran ke Pulau Bawea, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

JawaPos.com–Sejumlah kepala desa hingga tokoh Bawean mendesak pengusaha kapal menurunkan tarif tiket pasca bencana Gempa di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Mereka juga meminta pemerintah daerah menambah jadwal kapal dari sebelumnya.

”Sudah sepatutnya pengusaha kapal membantu meringankan beban masyarakat Bawean, dengan menurunkan tarif tiket untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terkena bencana,” kata Yahya Zaini, salah satu tokoh asal Bawean.

Politikus Golkar itu juga meminta terhadap manajemen kapal rute Gresik-Bawean dan sebaliknya, memprioritaskan santri yang hendak pulang kampung. Biasanya, para santri terkatung-katung di Gresik menjelang mudik Lebaran. Penyebabnya kesulitan mendapat tiket kapal.

”Dengan kondisi seperti ini, kami harap Pemda Gresik menambah jadwal operasi kapal dari sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, dan untuk membantu pengiriman bantuan logistik terhadap warga terdampak bencana gempa,” tandas Yahya Zaini, pria yang juga anggota DPR RI itu.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Grejek, Kecamatan Tambak, Bawean, Murtazam. Dia ikut mendesak pengusaha kapal agar meringankan tarif tiket kapal. Mengingat kondisi warga Bawean yang tengah dilanda bencana alam.

”Membuat harga tarif tiket kapal untuk sementara waktu, tidak akan membuat manajemen kapal bangkrut. Tentu ini bagus untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan,” tutur Murtazam.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Ahmadi Amir, juga meminta pengusaha kapal memberikan bantuan kemanusiaan terhadap warga Bawean hingga kondisi stabil seperti semula.

”Pengusaha kapal jangan hanya memikirkan mencari untung. Saya harap pengusaha kapal membantu dengan menurunkan tarif tiket kapal untuk membantu masyarakat Bawean yang sedang kesulitan ekonomi. Saya juga berharap di momen jelang Lebaran ini, manajemen kapal memprioritaskan santri yang hendak pulang kampung,” ujar Ahmadi.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean Muhammad Fauzi Rauf, berharap manajemen kapal penumpang Bawean-Gresik dan sebaliknya menurunkan tarif tiket kapal. Baik itu KM Express Bahari maupun KMP Gili Iyang yang biasa beroperasi.

”Terkait kondisi terkini di Bawean, layanan transportasi sebaiknya tidak melulu semata-mata mencari untung. Ini saatnya ikut membantu meringankan beban masyarakat yang sedang kesulitan. Mungkin Pemda Gresik bisa membantu memberikan subsidi tarif tiket kepada warga Bawean yang akan mudik,” kata Fauzi.

Fauzi menambahkan, kebijakan tersebut setidaknya berlaku hingga masa status tanggap darurat bencana gempa Bawean selama 21 hari hingga 11 April. Kebijakan ini telah ditetapkan dan diputuskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Fauzi mengajak semua pihak saling bahu membahu meringankan beban masyarakat Bawean yang ditimpa bencana kemanusiaan. ”Sebab, mereka yang bakal mudik ke Bawean hari ini tidak sekadar ingin silaturahmi, tetapi untuk melihat dan menjenguk keluarga mereka tertimpa musibah gempa,” ucap Muhammad Fauzi Rauf.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore