
Ilustrasi- Bocah SMP gondol ratusan juta melalui penipuan. (Afrizal-JPRK)
JawaPos.com - Penipuan yang menggunakan modus jasa titip barang bermerek atau branded menjadi perbincangan hangat di media sosial X dan TikTok.
Melansir Radar Kediri (JawaPos Grup) dari kasus penipuan tersebut, seorang siswa kelas 8 SMP di Kota Kediri dikabarkan berhasil mengumpulkan dana hingga mencapai Rp 700 juta dari partner bisnisnya. Kasus ini terungkap setelah pembayaran kepada anggota terhambat pada awal Maret setelah sebelumnya berjalan lancar.
SE, seorang siswa SMP, menjadi pusat perhatian di media sosial usai terlibat dalam kasus penipuan dengan total kerugian yang cukup besar. Bocah SMP itu diketahui menawarkan investasi pembelian barang bermerek kepada anggota dengan meminta dana talangan.
Para anggota partner bisnis yang tertarik harus menyetor sejumlah uang untuk beberapa paket. Misalnya, dengan menyetor Rp 900 ribu, akan dikembalikan Rp 1 juta. Skema pengembalian uang berbeda-beda untuk setiap paket.
Dalam menjalankan aksi bisnis abal-abalnya, SE dan partner bisnisnya berkomunikasi melalui grup Telegram Diskusi Girlove.ed yang memiliki 414 anggota.
Uang yang ditransfer oleh anggota dikirim ke rekening atas nama DON, ibu dari SE. Namun, meskipun telah dikirimkan bukti transfer, uang yang disetor belum dikembalikan.
“Seharusnya uang dikembalikan dalam waktu 2-5 hari. Alasannya setelah dana dari pembeli barang cair,” lanjut NO.
Pada awalnya uang para partner bisnis bocah SMP itu dikembalikan dengan lancar sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Namun akhir-akhir ini pengembalian dana talangan oleh SE mulai tersendat sehingga menimbulkan banyak kecurigaan.
“Se ini reseller jastip barang branded. Masih ada lagi owner di atas SE,” papar No.
Korban NO menduga bahwa bisnis barang bermerek yang dijalankan SE sebenarnya tidak pernah ada, melainkan hanya perputaran uang yang dilakukan oleh SE dan AY, pemilik di atas SE.
Kasus penipuan ini telah menjadi perbincangan hangat di media sosial X dan TikTok, dengan ribuan orang menyukai dan mengomentari unggahan tersebut.
Dalam unggahan di media sosial, korban menyatakan kekesalannya karena SE telah membuka dana talangan hingga ratusan juta rupiah namun kesulitan untuk mengembalikan uang kepada para korban.
DON, ibu dari SE, membantah tuduhan penipuan tersebut dan menyatakan bahwa unggahan di media sosial merupakan fitnah belaka. Dia mengklaim bahwa SE tidak pernah membawa uang sebanyak itu dan menegaskan bahwa mereka sekeluarga tetap berada di rumah.
“Saya masih di rumah, alamatnya jelas. Setiap yang datang ke sini kami juga welcome,” papar perempuan yang tinggal di Kecamatan Kota Kediri ini.
Diketahui setelah unggahan kasus penipuan oleh bocah SMP tersebut menjadi viral, SE tidak lagi pergi ke sekolah karena merasa malu dengan situasi tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
