Proyek betonisasi yang sudah dikerjakan Pemkab Sidoarjo secara berkelanjutan. (Radar Sidoarjo)
JawaPos.com - Proyek betonisasi di Kabupaten Sidoarjo memiliki efek samping yang cukup mencolok dalam hal kenaikan harga tanah.
Proyek yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas desa dan kecamatan di Kabupaten Sidoarjo ini membuat harga tanah naik pesat hingga mencapai 100 persen.
Mengenai hal itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan bahwa Pemkab Sidoarjo saat ini terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan menaikkan taraf hidup warga Kota Delta tersebut.
Menurut Gus Muhdlor, sapaan akrabnya, hal yang harus menjadi prioritas yakni peningkatan infrastruktur jalan dari aspal ke jalan beton.
"Peningkatan infrastruktur dari jalan aspal ke jalan beton mengubah banyak hal. Akses lalu lintas menjadi lancar dan mobilitas warga lebih efektif," ujarnya, dikutip dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group).
"Efeknya perekonomian Sidoarjo tumbuh, banyak bermunculan usaha baru dan yang paling signifikan adalah harga tanah terdongkrak," imbuhnya.
Pada tahun 2013 pendapatan pajak daerah di Sidoarjo tembus hingga Rp 1,3 triliun. Hal tersebut tak lepas dari naiknya harga tanah setelah masifnya proyek betonisasi.
Gus Muhdlor mengatakan bahwa kenaikan harga tanah tersebut juga diikuti dengan kenaikan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).
"Sejumlah jalan aspal yang menghubungkan antardesa antarkecamatan yang awalnya cuma memiliki lebar 3 meter setelah dibeton lebarnya bertambah menjadi 4 meter sampai 5 meter. Bertambah lebarnya jalan membuat nilai harga tanah naik karena akses kendaraan roda 4 lebih lancar," ucap Gus Muhdlor.
Kenaikan harga tanah tersebut seperti yang terjadi di Desa Damarsi dan Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran. Di mana kenaikan harga di kawasan tersebut mencapai 50 hingga 100 persen.
Terpisah, Kepala Desa Banjarsari, Muhammad Nidlomuddin mengatakan bahwa proyek betonisasi yang bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, percepatan ekonomi dan industri akhirnya sudah benar-benar dirasakan oleh dua desa tersebut.
"Jalan penghubung antara Desa Dukuh Tengah dan Desa Damarsi ini kan sudah di beton tahun lalu, efeknya sudah terasa sekali, yaitu salah satunya harga tanah disini naik signifikan hingga 100 persen," katanya.
Muhammad Nidlomuddin juga mengatakan bahwa kenaikan harga tanah yang signifikan itu sebelumnya dari kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per meter, dan saat ini mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per meter.
"Tentunya kenaikan tersebut akan membangkitkan geliat ekonomi di daerah kami, bahkan terlihat juga mulai ramai orang berjualan di wilayah kami," ungkapnya.
Sebagai informasi, ruas jalan penghubung Desa Banjarsari - Damarsi, Kecamatan Buduran tersebut sudah selesai dibeton sepanjang 1,8 kilometer pada tahun 2023.