Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 23.45 WIB

Pemkot Semarang Bersihkan Saluran yang Tersumbat Akibat Banjir, Sejumlah Wilayah Masih Tergenang 

Anggota Polrestabes Semarang mengevakuasi warga yang sakit di wilayah Karangkimpul, Gayamsaei, Kota Semarang, Jumat. (ANTARA/I.C. Senjaya) - Image

Anggota Polrestabes Semarang mengevakuasi warga yang sakit di wilayah Karangkimpul, Gayamsaei, Kota Semarang, Jumat. (ANTARA/I.C. Senjaya)

 
JawaPos.com - Pemerintah Kota Semarang membersihkan saluran dari berbagai sampah yang menyumbat pascabanjir, sambil menunggu surutnya air di sejumlah titik demi mempercepat penanganan banjir.
 
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus membersihkan saluran-saluran yang dipenuhi sampah pascabanjir, termasuk enceng gondok yang memenuhi pompa-pompa.
 
"Kami melakukan pembersihan di saluran karena banyak sampah di saluran yang dibawa banjir selama tiga hari ini. Kemudian membersihkan enceng gondok mulai Senin (18/3), yang yang menumpuk di Pompa Banger dan Kali Tenggang," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto, Minggu (17/3) seperti dikutip dari Antara.
 
Ia menambahkan selama tiga hari terakhir, pihaknya telah melakukan pembersihan lingkungan di seluruh wilayah terdampak banjir yang telah kering.
 
Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) bahkan ikut dikerahkan di lokasi yang sudah kering, sambil menunggu daerah lain yang masih belum surut.
 
"Kami dorong masyarakat ikut membersihkan lingkungan. Mudah-mudahan cuaca cerah sehingga banjir bisa berangsur-angsur surut. Tadi kami terima laporan sudah ada penurunan air muka banjir 40-50 centimeter," imbuhnya.
 
 
Suwarto juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan strategi menangani banjir bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Upaya yang dilakukan juga telah maksimal, termasuk mengoperasikan pompa mobile.
 
"Seperti di RSI Sultan Agung itu kewenangan BBWS Pemali Juana, tetapi kami juga menerjunkan pompa-pompa mobile di sana. Dari BBWS ada lima, kemudian kami tambah tiga. Di Trimulyo ada lima dari BBWS dan milik kami, di sana kedalamannya signifikan karena posisinya cekungan," katanya.
 
Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana, Harya Muldianto menyatakan pihaknya akan melakukan normalisasi drainase dan meningkatan kapasitas pompa-pompa pascabanjir.
 
"Kami mengoperasikan pompa-pompa. Ke depan sistem drainase harus ditata kembali. Di sistem Tenggang dan Sringin nantinya akan dilakukan normalisasi dan upgrading kemampuan pompa, sedang kami proses datanya. Ini persiapan," katanya.
 
Pertembungan tahun ini, normalisasi saluran akan difokuskan di Sungai Plumbon dan Sungai Tenggang. BBWS Pemali Juana akan mengeruk sedimentasi, memperlebar, dan meninggikan sekaligus memperkuat tanggul.
 
 
"Sisi timur dan barat akan dinormalisasi. Normalisasi ini sementara fokus di sistem Plumbon dan Tenggang. Kami keruk sedimentasi dan kami tinggikan tanggul-tanggul, ditambah menggunakan pompa, termasuk di Plumbon dilebarkan, tanggulnya diperkuat," ungkapnya.
 
Harya mengakui kapasitas pompa yang ada belum mampu menampung beban banjir. Rata-rata kemampuan pompa masih 50 persen. Dengan kemampuan segitu, maka sangat sulit untuk mendorong air banjir ke laut.
 
"Pertengahan tahun kami normalisasi sungai-sungai dan pompa daerah Muktiharjo, Waru, Kandang Kebo, dan seberangnya RSI Sultan Agung," pungkasnya.
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore