Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Maret 2024 | 23.39 WIB

Semarang Banjir, Polsek Terendam, Tahanan Dievakuasi ke Polrestabes

DAMPAK TERJANGAN AIR BAH: banjir yang merendam Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis (14/3).

JawaPos.com – Stasiun Tawang harus mengalihkan layanan naik turun penumpang ke Stasiun Poncol. Jalan penghubung ke Demak juga tak bisa dilalui.

Keduanya disebabkan genangan banjir. Jawa Pos Radar Semarang melansir kemarin (14/3), bagian utara Kota Semarang bisa dibilang lumpuh akibat terjangan air bah.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, sejak Rabu (13/3) malam curah hujan di ibu kota Jawa Tengah itu sangat ekstrem. ”Sehingga mengakibatkan wilayah Kota Semarang terkena banjir, apalagi wilayahnya di muara,” katanya.

Setidaknya ada 4 perjalanan kereta api yang dibatalkan dan 14 perjalanan kereta api yang direkayasa pola operasinya akibat banjir yang melanda kota di pesisir utara Jawa Tengah itu. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah karena banjir belum juga surut.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, untuk Rabu (13/3) terdapat empat perjalanan kereta yang dibatalkan karena banjir. Yakni, KA Ambarana Ekspres relasi Semarang Poncol–Surabaya Pasar Turi, KA Blora Jaya relasi Cepu–Semarang Poncol, KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol–Ngrombo, dan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang–Solo Balapan. ”Empat dibatalkan ya,” ujarnya.

Untuk pembatalan empat perjalanan kereta tersebut, masyarakat yang telah memiliki tiket bisa mengembalikannya. Lalu, biaya tiket akan dikembalikan 100 persen. ”Tapi tidak termasuk bea pemesanan,” urainya.

Lalu, ada 14 perjalanan kereta api yang dilakukan rekayasa pola operasi berupa jalan memutar. Dari yang seharusnya melintas di jalur utara menjadi melewati jalur selatan. Saat ditanya berapa jumlah total perjalanan kereta api yang sebenarnya terpengaruh, dia menjawab bahwa banjir masih terjadi. Jadi, jumlahnya bisa bertambah.

Sementara itu, di Jalan Raya Pantura Kaligawe hingga Genuk, ketinggian air mencapai lebih dari setengah meter. Banyak kendaraan yang tak berani melintasi jalur penghubung ke Demak, termasuk ke Surabaya, itu.

Longsor di Perumahan Bukit Sendangmulyo, Kota Semarang, yang menyeret sebuah mobil milik warga.

”Genangan air masih cukup tinggi. Untuk sementara ini belum bisa dilalui kendaraan, arus lalu lintas lumpuh total,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Rismanto kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Bukan hanya jalan raya, di wilayah perkampungan juga banyak yang terendam. Mapolsek Genuk pun ikut terendam air ketinggian setengah meter.

”Genangan air di perkampungan ya antara 50 sentimeter hingga 60 sentimeter. Ini saya juga mau evakuasi warga, anak kos yang terjebak, sama evakuasi tahanan. Ada satu orang (tahanan) yang dievakuasi ke Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Satlantas Polrestabes Semarang mengambil langkah rekayasa lalu lintas untuk menghindari Jalan Raya Kaligawe–Genuk. Kendaraan yang melaju dari arah Demak menuju Semarang disarankan untuk belok kiri ke pertigaan Genuk, menuju Jalan Waltermongonsidi, dan masuk ke jalan tol Gayamsari.

Di jalur pantura Mangkang, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menyebut masih bisa dilewati. Namun, pihaknya juga telah melakukan antisipasi pengalihan arus untuk menghindari timbulnya kemacetan di Jalan Arteri Yos Sudarso.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore