
Warung WKRI Cabang Sempursari Jember yang menyediakan paket menu buka puasa seharga Rp2.000 selama Ramadhan 1445 Hijriah. (ANTARA/HO-WKRI Cabang Sempursai)
JawaPos.com - Warung Kasih, yang dikelola oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Sempursari dan Kartini Jember, kembali membuka pintu mereka dengan menu buka puasa yang menggugah selera.
Seporsi nasi dengan lauk pauk dan teh manis ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000, menjadikan tempat ini destinasi favorit bagi banyak masyarakat selama bulan suci Ramadhan tahun ini.
Dikutip dari ANTARA, Ketua WKRI Cabang Kartini Jember, Lucia Fransisca Elly Krisnaningsih, menegaskan bahwa inisiatif menyediakan menu buka puasa merupakan ekspresi kepedulian terhadap sesama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama bagi mereka yang jauh dari rumah saat berbuka.
"Kami menyediakan menu buka puasa untuk saudara-saudara muslim yang menjalankan ibadah puasa dan kebetulan mereka jauh dari rumah saat berbuka," kata Ketua WKRI Cabang Kartini Jember Lucia Fransisca Elly Krisnaningsih di Jember, Kamis (15/3).
Tidak hanya itu, Warung WKRI Cabang Sempursari juga menawarkan paket nasi berbuka puasa dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp2.000, khususnya bagi masyarakat sekitar dan para tukang becak yang sedang melintas menjelang waktu berbuka.
Meskipun harga seporsi menu buka puasa dan teh hangat di Warung Kasih WKRI Cabang Kartini Jember naik menjadi Rp3.000 pada tahun 2024, naik sebesar Rp1.000 dari tahun sebelumnya, namun hal ini masih dianggap terjangkau dibandingkan dengan warung lainnya.
Menurut Lucia, kenaikan harga menu buka puasa di WKRI tahun ini disebabkan oleh naiknya harga bahan pokok, terutama beras.
"Tahun ini banyak bahan pokok naik terutama beras, sehingga harganya kami naikkan menjadi Rp3.000 untuk satu porsi nasi dan teh manis," tuturnya.
Tiap harinya, Warung Kasih mampu menyediakan 200 porsi nasi dengan lauk pauk dan sayuran, yang selalu habis terjual karena banyaknya masyarakat yang membelinya saat mendekati waktu berbuka puasa.
Lucia melaporkan bahwa banyak tukang becak dan ojek yang singgah di Warung Kasih untuk berbuka puasa.
Untuk mengurangi penggunaan plastik, tahun ini tim WKRI memutuskan untuk menggunakan piring sebagai wadah penyajian.
"Banyak tukang becak dan ojek yang mampir ke Warung Kasih untuk berbuka puasa. Tahun ini kami kembali menggunakan piring untuk menyajikan seporsi menu buka puasa untuk mengurangi sampah plastik," katanya.
Sejak pandemi COVID-19, Warung Kasih telah mengubah penggunaan kemasan menjadi kertas bungkus untuk menyajikan satu paket menu buka puasa lengkap, sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi kerumunan dan penyebaran virus Corona.
Lucia menekankan bahwa Warung Kasih adalah wujud kebaikan dari Gereja Katolik kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan sosial ini telah berlangsung sejak tahun 2009, dan telah menjadi tradisi selama 25 tahun.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
