
Warga Kelurahan Gayam kompak mangkir dari musyawarah ganti rugi tanah/ sumber: Radar Kediri/Ayu Isma
Jawapos.com - Proses pembebasan lahan terus dilakukan jelang realisasi fisik tol Kediri-Tulungagung.
Sejumlah lahan yang terdampak akibat pembangunan proyek tol Kediri-Tulungagung, diantaranya adalah sejumlah bidang tanah di Kelurahan Gayam, Mojoroto, Kediri.
Dari total 121 bidang yang terdampak di Kelurahan Gayam, 38 diantaranya sudah memasuki tahap musyawarah ganti rugi.
Namun, dari 38 bidang tersebut, 11 pemilik bidang tanah diantaranya masih belum memberikan persetujuan nilai ganti rugi tanah yang ditawarkan tim pengadaan tanah tol Kediri-Tulungagung.
Bahkan, pada musyawarah ganti rugi kedua, kesebelas warga Gayam tersebut kompak mangkir dari undangan.
Panitia pengadaan tanah tol Kediri-Tulungagung pun harus pulang dengan tangan hampa karena tak dihadiri satupun warga.
Musyawarah yang rencananya digelar pada pukul 10.00 WIB pun harus molor hingga pukul 11.00 WIB dan tak dihadiri satupun undangan.
Meski demikian, tim pengadaan tanah dari perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tampak hadir di lokasi.
Musyawarah pun tetap dibuka dan sejurus kemudian musyawarah ditutup. Para peserta musyawarah pun tampak membubarkan diri dan meninggalkan Balai Kelurahan Gayam.
Sementara diketahui, kesebelas warga tersebut memang sudah sejak awal bertekad untuk tidak menghadiri musyawarah kedua jika nilai tanah yang ditawarkan tak berubah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung, Linanda Krisni Susanti mengatakan, jika panitia akan mengundang warga sebanyak tiga kali dalam musyawarah sesuai dengan prosedur.
“Karena melaksanakan ketentuan undang-undang, proyek ini harus tetap berjalan. Maka atas pihak-pihak yang belum setuju, harus diundang lagi sampai nanti musyawarah ketiga. Hari ini musyawarah kedua, ternyata warga tidak berkenan hadir,” ucapnya dikutip dari radar Kediri.
Lebih lanjut, Nanda pun mengaku jika pihaknya sudah berusaha mengundang warga secara patut, namun nyatanya tidak ada seorangpun warga yang bersedia datang.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
