Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 21.38 WIB

Warga di Kediri Berburu Beras Murah di Tengah Tingginya Harga Bahan Pokok

Ratusan warga mengantre di Kecamatan Mojoroto demi bisa membeli beras murah dalam operasi pasar Bulog Kediri. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)


JawaPos.com - Harga beras di wilayah Kediri Raya terpantau masih terus meroket. 

Bahkan hingga kemarin, Selasa (27/2), harga beras di pasar tradisional masih di kisaran Rp 15-16 ribu per kilogram.

Akibat mahalnya harga beras, saat pembagian beras murah pun warga langsung berbondong-bondong mengantre untuk membeli.

Tak hanya antre, mereka juga rela menunggu hingga satu jam untuk mendapatkan beras murah tersebut.

Melansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Rabu (28/2), berdasarkan pantauan koran, di beberapa pasar tradisional harga beras memang belum turun.

Seperti di Pasar Setonobetek yang harga beras ecerannya senilai Rp 15-16 ribu per kilogram. Harga tersebut untuk beras dengan kualitas biasa hingga premium.

"Kalau lagi murah mungkin ya sekitar Rp 12 ribu. Tapi sudah nggak ingat itu kapan karena kan memang beras naik-naik terus," ujar Sulis, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek.

Sulis mengakui bahwa kemarin sudah terjadi penurunan harga dari pabrik, yakni Rp 200 per kilogram, namun dirinya belum berani menurunkan harga karena beras yang mahal juga membuat penjualannya menjadi seret.

Oleh sebab itu, meskipun harga dari pabrik sudah turun, Sulis tetap menjual sesuai dengan harga kulakan yang masih mahal.

"Harus menghabiskan stok lama dulu (baru menurunkan harga, Red)," terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Pamenang, Pare. Di sana harga beras premium juga menyentuh Rp 16 ribu per kilogram. Adapun beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang harganya Rp 10.900 per kilogram langsung habis diburu pembeli.

"Dapat lima kuintal beras SPHP tapi ya sudah ludes terjual," kata Sunarti, salah satu pedagang di Pasar Pamenang.

Meskipun sudah digerojok dengan beras murah, harga beras untuk kualitas medium tetap bertahan di Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga beras premium Rp 16 ribu per kilogram. Diketahui, tingginya harga disebabkan karena pembeli lebih suka beras lokal yang dinilai lebih enak dari SPHP.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore