Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2024 | 04.54 WIB

Sebelum Prabowo-Gibran Janjikan Program Makan Siang Gratis, SMAN 2 Wonosari Sudah Menjalankannya Sejak Tahun Lalu

SMAN 2 Wonosari yang disebut sudah menerapkan makan siang gratis kepada siswa sejak tahun lalu (GUNAWAN/RADAR MALIOBORO) - Image

SMAN 2 Wonosari yang disebut sudah menerapkan makan siang gratis kepada siswa sejak tahun lalu (GUNAWAN/RADAR MALIOBORO)

 
JawaPos.com - Sebelum Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkampanye dan menjanjikan program makan siang gratis untuk anak sekolah, ternyata program tersebut sudah dijalankan SMAN 2 Wonosari di Gunungkidul.
 
Hal itu disebutkan oleh Humas Smada Wonosari Yayuk Sri Rahayu yang mengatakan bahwa program makan siang gratis untuk pelajar di sekolah tersebut sudah berjalan sejak tahun lalu.
 
Program makan siang gratis itu disebut sangat mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah karena peserta didiknya belajar sampai sore hari.
 
Untuk makanan yang disajikan yakni berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya. Tapi tidak jarang juga ada makanan ringan atau snack dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.
 
Dilansir dari Radar Malioboro (Jawa Pos Group), Rabu (21/2), sejauh ini anggaran untuk menjalankan program makan siang gratis di SMAN 2 Wonosari masih mengandalkan donasi.
 
"Dari sekolah tidak mengupayakan sendiri, tapi pesan makanan dari luar mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM)," ujarnya.
 
 
Program makan siang gratis tersebut dilakukan setiap satu minggu sekali usai salat Jumat. Di mana pihak sekolah menyebutnya sebagai program 'Jumat Berkah'.
 
"Tapi seandainya besok memang terlaksana program makan siang gratis, dari sekolah menyambut dengan baik mengingat anak-anak kalau sekolah sampai sore hari," lontarnya.
 
Jika program tersebut berjalan dan bisa diwujudkan, Yayuk berharap praktiknya di lapangan tidak menyulitkan sekolah.
 
Misalnya anggaran makan siang gratis dikelola sekolah diharapkan pertanggungjawabannya mudah.
 
"Pertanggungjawaban yang mudah dan tidak terlalu rumit," pintanya.
 
Tapi pihaknya mengaku lebih setuju apabila program itu turun ke sekolah sudah dalam bentuk makanan jadi dan tinggal diberikan kepada siswa.
 
Dia juga mengingatkan bahwa menu makanan diharapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau minat peserta didik.
 
"Karena anak-anak sekarang tidak sama dengan orang-orang zaman dulu. Harapannya makanan yang diberikan bergizi dan disukai oleh anak-anak sekarang sehingga tidak mubazir," ucapnya.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore