Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2024 | 19.57 WIB

Serukan Swasembada Pangan, Mentan Andi Amran Ajak Petani dan Penyuluh Jogjakarta Tingkatkan Produksi dan Produktivitas

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

JawaPos.com–Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Provinsi DI Jogjakarta, khususnya Kabupaten Bantul, untuk mempercepat masa tanam. Hal tersebut disampaikan mentan saat menghadiri acara Pembinaan Penyuluh Pertanian di GOR Sultan Agung, Kabupaten Bantul. 

Sebelumnya Mentan Amran berkesempatan melakukan pertanaman di lokasi tanam padi IP 400 Kelompok Tani Barokah, Desa Blawong Trimulyo, Jetis , Bantul, Provinsi Jogjakarta. 

Menurut Mentan Amran, percepatan tanam harus dilakukan mengingat saat ini hampir semua daerah di Indonesia sudah mulai turun hujan.

”Alhamdulillah sudah turun hujan dan saya sudah 2 kali menjabat mentan dan berhasil mencapai swasembada. Target kita bukan lagi swasembada, tapi mimpi besar kita adalah menjadi eksportir dan kita pengendali pangan dunia sehingga kita diperhitungkan di negara-negara lain,” tegas Mentan Amran.

Saat ini, menurut dia, yang dikejar adalah jangan sampai terjadi kekurangan pangan. Karena itu yang dikejar produksi dulu. 

Kondisi sekarang di belahan dunia, lanjut dia, ada 10 negara yang kelaparan dan Indonesia rentan kelaparan. Usaha yang harus segera dilakukan akselerasi percepatan tanam. 

”Kami juga sudah keliling untuk memastikan apakah sudah tanam atau belum,” tutur Amran. 

Mentan menegaskan, krisis pangan yang terjadi akan melompat kepada krisis politik dan krisis sosial dan itu sangat mengkhawatirkan. Selain itu, penduduk bertambah 3,5 juta per tahun dan membutuhkan pangan, sedangkan lahan tidak bertambah sehingga tidak mengejar laju pertumbuhan penduduk.

”Yang harus dilakukan adalah ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi dengan Food Estate (FE) dan ini sudah berhasil,” ungkap Amran.

Mentan juga mengingatkan, pertanian bukan untuk diperdebatkan tapi diperjuangkan sehingga menghasilkan dengan baik. Dia menjelaskan, untuk mewujudkan agar Indonesia swasembada kembali, langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah penambahan anggaran pupuk sebesar 14 T oleh Presiden Jokowi. Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL juga sudah diberikan tambahan.

”Indonesia pernah swasembada sebanyak tiga kali, yaitu pada 2017, 2019, dan 2020. Mimpi besar menjadi negara pengekspor, kita harus saling bahu membahu dan bersinergi di semua sektor sehingga dalam jangka waktu tidak lewat 10 tahun, Indonesia bisa swasembada kembali dan ekspor. Sekarang kami datang memberikan bantuan dan menyelesaikan masalah di Jogjakarta,” ucap Amran.

Mentan menambahkan, petani jangan dipersulit untuk mengambil pupuk bersubsidi. Jika tidak ada Kartu Tani bisa menggunakan KTP. Bagi para pengecer jangan mempersulit petani, kalau mempersulit maka izinnya akan dicabut.

”Kalau mau berhasil layani petani dengan ikhlas, jika mau sukses jangan mengeluh dan meminta. Meminta dan mengeluh itu hina. Pupuk dipenuhi, bantuan diluncurkan petani seluruh Indonesia akan tersenyum,” tutur Amran.

Sementara itu, Wakil Gubernur DI Jogjakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paduka Pakualam X menyampaikan, saat ini merupakan kesempatan untuk memajukan visi pertanian Indonesia. Pemerintah Provinsi DI Jogjakarta telah berkomitmen untuk mencukupi kebutuhan pangan 37,65 juta ton.

Jogjakarta juga menetapkan capaian target produktivitas pada 2024 untuk padi dengan luas tanam 122 ribu hektare. Yakni untuk produksi 649 ribu ton dan jagung 64 ribu hektare untuk produksi 237 ribu ton.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore