Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2024 | 03.10 WIB

Punya 16 Sumur Dalam, Desa Karangwuni di Sukoharjo Tetap Bisa Panen Meski Kemarau Panjang

Salah satu titik sumur dalam yang airnya mengalir deras di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

 
JawaPos.com - Saat musim kemarau tiba, masyarakat Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah tidak akan merasa khawatir lagi terkait ketersediaan bahan pangan.
 
Pasalnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwuni telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan dan ketersedian pangan di wilayah tersebut, salah satunya melalui pembuatan sumur dalam di beberapa titik.
 
Langkah itu terbukti bisa meningkatkan produksi pertanian di desa tersebut. Tercatat, sudah ada 16 titik sumur dalam yang dibangun di Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo.
 
 
Bahkan, pada musim kemarau panjang tahun lalu, dampak dari fenomena El Nino, hasil panen pertanian di Desa Karangwuni tetap terjaga.
 
"Anggaran pembuatan sumur dalam digelontorkan dari dana desa (DD) 2019 dan 2022. Per titik kami anggarkan sekira Rp 70 juta. Kedalaman sumur sekitar 100 meter," kata Kepala Desa (Kades) Karangwuni, Hartono, dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Minggu (4/2).
 
Hartono menyebutkan bahwa per titik sumur dalam tersebut sanggup untuk mengairi 5 hektare lahan pertanian, sehingga total area yang bisa dialiri seluruh sumur dalam ada sekitar 80 hektare.
 
 
"Total lahan pertanian di Desa Karangwuni 118 hektare. Jadi untuk titik sumur dalam masih kurang 4-5 titik lagi. Supaya bisa memenuhi seluruh area pertanian di sini," imbuh Hartono.
 
Dia juga menyebutkan bahwa pengelolaan sumber dalam tersebut diserahkan ke perkumpulan petani pengguna air (P3A).
 
Dalam sekali mengairi lahan, petani hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu saja per jam.
 
 
"Musim kemarau lalu seluruh sumur dalam diaktifkan. Kalau musim penghujan tiba, irigasi memanfaatkan saluran induk DAM Colo Timur," terang Hartono.
 
Hartono juga menyebut bahwa keberadaan sumber dalam saat musim kemarau sangat vital, mengingat tidak setiap hari petani bisa mengandalkan irigasi dari Dam Colo, karena ada kalanya irigasi ditutup untuk perawatan rutin.
 
"Saat daerah lain tidak ada irigasi dan tidak bisa menanam di musim kemarau, desa kami masih bisa panen," ujarnya.
 
 
Dengan adanya sumur dalam tersebut, Hartono berharap produksi padi di Desa Karangwuni bisa terus meningkat.
 
"Sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pertanian," tandasnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore