
Suasana rumah korban penembakan Yudha Bagus Setiawan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (27/1).
JawaPos.com–Ormas Islam yang menamakan diri Brigade Umar bin Khattab menuntut penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kejadian itu menewaskan salah satu anggotanya.
”Supremasi hukum harus berjalan, harus ketemu orang yang membunuh, harus dihukum seberat-beratnya,” kata Ketua Brigade Umar bin Khattab Sulistyo Budi seperti dilansir dari Antara di sela pemakaman korban bernama Yudha Bagus Setiawan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (27/1).
Dia berharap pula kasus segera diselesaikan kepolisian, yang pertama adalah kasus pembunuhan, kedua kepemilikan senjata api, dan ketiga perjudian.
Menurut Sulistyo Budi, korban penembakan bukan hanya Yudha, melainkan juga Kipli. Kipli yang terkena dua tembakan saat ini menjalani rawat jalan.
”Kipli juga kena dua tembakan, dia rawat jalan, semalam masuk ke klinik di Boyolali sini,” ujar Sulistyo Budi.
Terkait dengan aksi sweeping oleh korban dan teman-teman ormas dilakukan di salah satu lokasi perjudian, wilayah Tohudan, Kabupaten Karanganyar, Jumat (26/1). Saat tiba di lokasi, mereka memperoleh perlawanan dari kelompok orang tak dikenal.
Terkait dengan hal itu, dia menduga aksi sweeping tersebut sudah bocor sehingga sasaran sweeping sudah mengetahui rencana kedatangan ormas tersebut. ”Memang kayaknya ini sudah bocor duluan. Jadi, ketika kami datang ke sana, mereka sudah siap. Kami sebanyak 50-an orang, yang masuk 20 sampai 30 orang, yang lain di luar. Di sana ada 100-an orang,” terang Sulistyo Budi.
Pada kejadian tersebut, terdengar suara tembakan sebanyak delapan kali dari arah belakang anggota ormas tersebut.
”Posisi Yudha kayaknya ketinggalan. Jadi, yang kena pertama Kipli, kami fokus pada Kipli. Kami bawa, terus kami bubar, dibawa pulang. Sampai di rumah kami cek masih kurang satu, ternyata Yudha kena,” papar Sulistyo Budi.
Selanjutnya, anggota ormas tersebut mengecek keberadaan Yudha di lokasi kejadian dan didapati Yudha sudah meninggal dunia.
”Yang pertama menemukan Ibu Suciati, warga sekitar. Kelihatannya Yudha ini kena bagian dada. Kami juga belum lihat hasil visum,” ujar Sulistyo Budi.
Sebelumnya, Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy membenarkan kejadian tersebut. Meski demikian, dia belum dapat memastikan siapa pelaku penembakan tersebut.
”Saat ini kasus masih dalam penyelidikan kepolisian. Dalam proses. Belum kami kantongi secara jelas,” tutur Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.
Dia mengatakan, kepolisian memperoleh laporan tersebut pada Jumat (26/1) malam. ”Iya, kami dapat laporan. Namun, semuanya masih dalam penyelidikan. Kalau sudah selesai, saya sampaikan,” ucap Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
