Pasar Darurat Klewer di Alun-alun Utara, Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.
JawaPos.com - Proyek revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta mendapat tanggapan dari kerabat keraton, Lembaga Dewan Adat.
Mereka menyoroti nasib fasilitas kandang kebo bule di Alun-alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta pasca di revitalisasi.
Dilansir dari Radar Solo pada Jumat (26/1), Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wadasari menjelaskan pihaknya baru saja mengadakan pertemuan dengan pelaksana proyek dan Pemerintah Kota Solo.
Kesepakatan baru mencakup revitalisasi kawasan Gladak hingga Alun-alun Utara. Sementara wilayah Alun-alun Kidul masih dalam pembahasan lebih lanjut.
"Mulai dari Gladak dulu. Dan ini persiapan-persiapan bikin barak untuk kantornya," ujarnya kepada Radar Solo.
GKR Wadasari menjelaskan ada sejumlah perubahan yang terjadi dalam kesepakatan awal. Seperti pembatalan penggunaan pasir untuk lapangan di kedua alun-alun karena alasan tertentu.
"Kami habis rapat di keraton dengan Dinas PUPR, BPCB, BPK ada juga KPK. Intinya menyetujui mana-mana saja sesuai gambar itu yang disepakati," tambahnya
Baca Juga: Plengkung Gading yang Tak Boleh Dilewati Sultan Keraton Yogyakarta Saat Bertakhta, Begini Kondisinya
Diakuinya sejak awal Lembaga Dewan Adat tidak dilibatkan dalam perencanaan renovasi Keraton Kasunanan Surakarta tersebut.
"Ya kita mempertanyakan hal tersebut tentunya, Dalam artian itu patokannya zaman Paku Buwono X, ya sudah kita kasihkan alasan-alasan dari kita. Bahwa alun-alun itu zaman Paku Buwono X sudah berupa rumput baik di utara maupun selatan," jelasnya
GKR Wadasari juga menambahkan revitalisasi kawasan Alun-alun Kidul tertunda karena belum ada kesepakatan lanjutan dari pihak kandang kebo bule di area itu.
Mengingat saat ini kebo bule sudah dibagi menjadi enam kelompok. "Kalau dijadikan satu, kami kan nggak ternak kerbau," ujarnya.
"Dulu kebo itu dibiarkan dan menjadi peliharaan bagi masyarakat Solo. Kesayaangan raja dan semua ikut merawat," tandasnya
Lebih lanjut, dia mengatakan ada satu kelompok kebo bule yang dirawat di wilayah Pengging, Banyudono, Boyolali.
Sementara itu, waktu pengerjaan wilayah revitalisasi di Alun-alun utara kabarnya akan berjalan hingga Juli mendatang. Dalam hal ini pihak Lembaga Dewan Adat juga harus memiliki catatan soal drainase.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
