
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersama Ketua DPRD Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Guntung Dwi Prasetyo mengecek rumah pompa./
JawaPos.com – Seperti tak kehabisan akal, berbagai langkah terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk dapat mengantisipasi dampak buruk akibat curah hujan yang kian tinggi di beberapa wilayah.
Dilansir Radar Sidoarjo (JawaPos Grup), pada Kamis (18/1), salah satu langkah yang tengah di gerungkan oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air adalah dengan menyiagakan rumah pompa selama 24 jam.
Penyiagaan rumah pompa selama 24 jam ini sangat berguna untuk masyarakat terutama pada saat musim hujan seperti sekarang ini.
Menurutnya, rumah pompa tersebut difungsikan untuk dapat menyurutkan genangan-genangan air pasca hujan deras yang seringkali terjadi di daerah langganan.
“Curah hujan yang agak tinggi kemarin menyebabkan beberapa daerah menimbulkan genangan. Tetapi alhamdulillah sudah surut hanya sekian jam saja, karena rumah-rumah pompa sudah siap siaga semuanya,” ucapnya, seperti yang dikutip Radar Sidoarjo (JawaPos Grup), pada Kamis (18/1).
Menurutnya, telah ada sebanyak 14 rumah pompa yang disiagakan selama 24 jam.
Letaknya tersebar di sejumlah wilayah di Sidoarjo, diantaranya 5 rumah pompa di wilayah Tanggulangin, 6 rumah pompa di wilayah Tropodo Waru, 3 rumah pompa di wilayah kabupaten Sidoarjo, 2 rumah pompa di wilayah Sidokare dan 1 rumah pompa di bawah tol Lippo Mal.
"Dua tahun kemarin kami fokus membangun rumah pompa- rumah pompa yang stay agar kemudian mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, dan secara umum hasilnya sudah lumayan," ucap Gus Muhdlor sapaan bupati.
Langkah tersebut menurut Gus Muhdlor dapat berguna untuk mempercepat surutnya air yang disebabkan curah hujan tinggi.
Seperti halnya banjir yang seringkali terjadi di Jalan Raya Jati depan Lippo Mal. Kini, airnya cepat surut karena rumah pompa yang ada di sisi sebelah selatan jalan itu disiagakan selama 24 jam.
Tak lupa, untuk membantu mensukseskan langkah penanganan banjir tersebut Gus Muhdlor juga mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menanggulangi terjadinya banjir.
Sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh tiga desa di kecamatan Tanggulangin yang saat ini banjirnya bisa ditangani dengan baik.
“Tetapi memang semua membutuhkan proses, dalam menanggulangi banjir butuh dukungan semua pihak dengan cara tidak membuang sampah di sungai maupun membuat jembatan yang sekiranya menghambat aliran air di sungai,” pintanya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menyebut, dengan di inisiasinya langkah tersebut, kini beberapa kawasan yang rawan banjir satu persatu sudah dapat tertangani. Misalnya, di wilayah Tanggulangin dan Waru.
"Tahun 2023 lalu kami membangun juga satu rumah pompa di Kecamatan Waru sisi timur tepatnya Tropodo dan Wadungasri. Alhamdulillah sampai saat ini sudah tidak ada pengaduan banjir di wilayah Tropodo," katanya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
