Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Januari 2024 | 19.20 WIB

Dibahas dalam Raker, Bulog Siapkan Rencana ‘Aksi’ Jelang Musim Panen Raya di Banyumas, Apa Itu?

Petani Bersiap Jalani Panen Raya (gides.id) - Image

Petani Bersiap Jalani Panen Raya (gides.id)

JawaPos.com - Perum Bulog Cabang Banyumas tengah merancang strategi penyerapan cadangan pangan dalam menghadapi panen raya di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, yang diprediksi akan berlangsung pada bulan April mendatang.

Dilaporkan JawaPos.com dari Antara Selasa (9/1), Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyumas, Rasiwan, mengungkapkan bahwa rencana ini telah dibahas dalam rapat kerja (raker) termasuk pertemuan dengan Kantor Pusat Perum Bulog untuk menyusun strategi penyerapan dan pengadaan tahun 2024.

Proses penyerapan dan pengadaan cadangan pangan ini akan memperhatikan dinamika serta tantangan yang mungkin muncul, seperti produktivitas, harga, kualitas, dan jenis pangan.

Rasiwan menegaskan bahwa konsep-konsep tersebut telah disiapkan di tingkat kantor cabang untuk mengatasi potensi permasalahan yang mungkin timbul.

Dalam pemantauan di wilayah Banyumas Raya, Rasiwan menyebutkan bahwa hingga akhir bulan Januari, sudah ada daerah yang melakukan panen, terutama di wilayah Kecamatan Maos di Cilacap.

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa harga gabah hasil panen petani masih relatif tinggi.

Harga gabah kering panen (GKP) mencapai Rp7.000 per kilogram, sedangkan gabah kering giling (GKG) mencapai Rp8.000 per kilogram.

Rasiwan mencatat bahwa harga tersebut jauh melebihi harga pembelian pemerintah (HPP). HPP untuk GKP tingkat petani sebesar Rp5.000 per kilogram dan GKP tingkat penggilingan sebesar Rp5.100 per kilogram.

Adapun HPP untuk GKG tingkat penggilingan sebesar Rp6.200 per kilogram dan GKG di gudang Perum Bulog sebesar Rp6.300 per kilogram.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengantisipasi dan mengatasi dinamika pasar serta memastikan ketersediaan cadangan pangan yang memadai.

Rasiwan menekankan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai opsi untuk menyerap cadangan pangan dalam menghadapi panen raya yang diperkirakan akan berlangsung pada bulan April.

Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dijadwalkan akan dilakukan minggu ini untuk merinci rencana penyerapan cadangan pangan tersebut.

Meskipun sebagian wilayah Kecamatan Maos sudah melakukan panen padi pada bulan Januari, Rasiwan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penyerapan gabah hasil panen petani.

Hal ini disebabkan tidak hanya karena harga masih di atas HPP, tetapi juga karena kebutuhan di pasar umum masih cukup besar.

Rasiwan menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah memenuhi kebutuhan pasar umum untuk mengisi stok beras di masyarakat yang sempat berkurang akibat dampak El Nino pada musim kemarau tahun 2023.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore