
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau aliran sungai Dusun Bungkul, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, segera melakukan normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan di Dusun Bungkul, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang. Sehingga alirannya lebih normal dan tidak meluap ke sawah warga.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, mengecek langsung sungai tersebut. Warga banyak mengeluhkan air sungai meluap ke lahan persawahan warga, karena mengalami pendangkalan.
”Kalau air masuk ke lahan pertanian warga akhirnya tanaman rusak. Supaya tidak terjadi gagal panen, kami lakukan normalisasi,” kata Hanindhito Himawan Pramanaseperti dilansir dari Antara di Kediri, Rabu (3/1).
Dia telah menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti rencana normalisasi itu. Sepanjang bantaran sungai banyak dipenuhi tanaman-tanaman liar. Begitu pula di bawah jembatan banyak menumpuk sampah yang terbawa arus sungai.
Dia juga meminta warga semua ikut gotong royong membersihkan saluran air tersebut. Hal itu juga memudahkan langkah normalisasi yang segera dilakukan di sepanjang aliran sungai tersebut.
”Saya mengimbau warga Desa Kapas untuk kerja bakti,” ujar Hanindhito Himawan Pramana.
Sementara itu, salah seorang warga Dusun Bungkul, Desa Kapas, Samad, mengaku prihatin dengan kondisi sungai saat ini. Sehingga, dia mengadukan masalah itu ke pemkab. Apalagi keberadaan sungai itu sangat penting bagi petani. Salah satunya untuk keperluan irigasi.
Dia juga berterima kasih aduannya ditanggapi pemkab. Bahkan, bupati turun langsung melihat kondisi sungai. Kendati kondisi hujan, tidak menyurutkan langkah bupati meninjau kondisi sungai di desanya.
”Sangat senang, karena langsung ditanggapi bupati. Harapannya air tidak meluber ke lahan pertanian,” kata Samad.
Samad menambahkan, luapan air langsung terlihat ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Air meluap hingga ke lahan warga terutama yang lokasinya paling dekat dengan sungai. Bahkan tidak jarang, karena luapan air tersebut, warga gagal panen karena tanaman busuk.
Dia berharap, normalisasi sungai secepatnya dilakukan, sehingga warga tidak terlalu cemas dengan kondisi tanaman. Ada puluhan hektare lahan pertanian yang airnya juga mengandalkan aliran air dari sungai tersebut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
