Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2024 | 02.59 WIB

Tetangga Korban Mutilasi di Malang Bilang Setahun Made Sutarini Pisah Ranjang

Masa penahanan pertama atas dua orang terduga pelaku mutilasi yang berakhir 14 Februari 2019, rencananya akan diperpanjang hingga tanggal 24 Februari - Image

Masa penahanan pertama atas dua orang terduga pelaku mutilasi yang berakhir 14 Februari 2019, rencananya akan diperpanjang hingga tanggal 24 Februari

JawaPos.com–Penyebab mengapa Ni Made Sutarini dibunuh dan dimutilasi suami sendiri, James Lodewiyk Tomatala (JM), di Jalan Serayu Selatan Nomor 6, RT 4, RW 2, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, masih menjadi teka-teki.

Dikabarkan, keduanya telah pisah ranjang selama setahun belakangan. Salah satu tetangga, Tito Matanggi mengungkapkan, keluarga Made dan James atau akrab disapa Jimmy dikenal kurang harmonis.

”Sejak keluarga itu tinggal di Jalan Serayu Selatan, saya sering mendengar adanya pertengkaran. Namun, sudah satu tahun ini, Bu Made pergi dari rumah (meninggalkan suaminya),” terang Tito Matanggi seperti dilansir dari Radar Malang, Jawa Pos Group.

Sementara itu, Ketua RW 2 Endang Lestari membenarkan jika Ni Made Sutarini sudah tidak tinggal bersama suaminya selama satu tahun. Menurut dia, keluarga Jimmy terkenal anti sosial dan enggan terlibat acara kemasyarakatan. Selain itu, Jimmy juga terkenal cemburuan.

”Wajar kalau cemburu karena Bu Made cantik. Lalu, Kalau ada kerja bakti, mereka tidak ikut. Terus pas ada warga yang meninggal, mereka juga tidak datang. Pokoknya, anti sosial,” kata Endang Lestari.

Sebelumnya, warga Serayu Blimbing, Kota Malang, geger pada Minggu (31/12). Hal itu berawal dari unggahan akun X @joshuanade tentang kabar tetangganya yang menjadi korban mutilasi di Serayu, Malang, Jawa Timur.

Dalam akun X milik Joshuanade itu disampaikan, korban mutilasi tersebut bernama Made Sutarini. Perempuan berusia 55 tahun itu diduga dibunuh oleh pasangannya sendiri, Jimmy.

Joshuanade menyampaikan, sebelum ditemukan, para tetangga termasuk dirinya, mendengar ada keributan dari kediaman Made. Keributan terjadi pada 30 Desember 2023 sekitar pukul 09.00.

Mendengar keributan itu, warga dan RW setempat melapor ke Babinsa. Disampaikan Babinsa, akan menunggu perkembangan setelah keributan.

”Keributan berhenti setelah terdengar suara brak,” tulis Joshuanade.

Pada Minggu (31/12), paman dari Joshuanade diminta tolong oleh Jimmy untuk mengangkat lemari. Berawal dari permintaan tolong itu, potongan tubuh Made terlihat.

”Kondisi rumah Bu Made terlihat berantakan. Dan, salah satu potongan tubuh sudah berserakan. Pak De langsung lari, kebetulan pintu rumah Bu Made tidak dikunci, lalu Pak De diteriaki Pak Jimmy,” terang Joshuanade dalam akun X miliknya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto membenarkan insiden tersebut. Namun, Budher, sapaan akrab Budi Hermanto menyampaikan, pihaknya membutuhkan waktu untuk pendalaman lebih lanjut.

”Kami masih dalami lebih lanjut. Masih ada pemeriksaan dengan tetangga terus ke keluarga,” ujar Budi Hermanto alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu.  

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore