
Warga selalu menunggu bus Trans Jatim karena harga murah dan nyaman/(Dok/Radar Gresik)
JawaPos.com – Masih dalam rangka percepatan pemerataan transfortasi publik yang terjangkau untuk mengatasi kemacetan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana untuk menambah koridor Bus Trans Jatim.
Dilansir dari Radar Gresik (JawaPos Grup), Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah merencanakan perbanyakan koridor Bus Trans Jatim, dengan jumlah minimal tujuh koridor dan maksimal sepuluh koridor.
Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan hingga saat ini sudah ada sebanyak tiga koridor Bus Trans Jatim.
Dengan catatan load factor masing masing koridor yang sudah beroperasi saat ini, Pemprov Jatim akan mengalokasikan anggaran Rp 200 miliar untuk tujuh koridor.
“Koridor 1 sudah 115 persen, untuk koridor 2 masih 50 persen karena tidak boleh masuk Joyoboyo dan koridor 3 merangkak ke angka 35 persen,” kata Kepala Dishub Jatim Nyono, Jumat (15/12), seperti yang dikutip Radar Gresik (JawaPos Grup).
Sementara itu, sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah memberi arahan kepada Dishub Jatim agar segera menggarap koridor dari arah Bunder (Gresik) hingga ke Paciran (Lamongan).
Rute itu nantinya akan tersambung juga ke tiga tempat, yakni Pulau Bawean, Pulau Pulang Pisau Kalimantan Tengah dan Pelabuhan Garongkong Kabupaten Baru Sulawesi Selatan.
Terkait hal tersebut, Nyono menyebut bahwa penambahan koridor tersebut bukanlah dengan menambah trayek baru Bus Trans Jatim, melainkan dengan sistem scraping, yakni menukar dua trayek bus yang lama dengan Bus Trans Jatim.
"Hanya saja yang kami perbaiki adalah layanannya. Seperti tepat waktu, aman, nyaman dan terjangkau,” tambah Nyono, seperti yang dikutip Radar Gresik (JawaPos Grup).
Rencananya, pada 2024 mendatang pihaknya akan menyelesaikan satu setengah koridor dari Bunder (Gresik) ke arah Paciran (Lamongan), kemudian dari Balongpanggang ke arah Bunder.
Sehingga, harapannya dua koridor tersebut sudah dapat di launching juga pada tahun 2024.
“Harapan kita selanjutnya adalah koridor Surabaya – Bangkalan. Semua lintasan koridor yang baru, sudah kami study secara ilmiah,” kata Nyono.
Lebih lanjut, Nyono menyebut bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk dapat mengurangi subsidi dengan meluncurkan luxury Bus Trans Jatim.
Sehingga diharapkan moda transportasi ini dapat memberi kenyaman tersendiri bagi penumpang.
“Ini untuk menjaring kelas menengah ke atas. Jadi penumpang tidak lagi berdiri, bisa duduk, tidur dan santai. Namun tarifnya berbeda, kalau yang sekarang Rp 5.000, kemungkinan bisa Rp 10.000,” jelas Nyono.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
