Tersangka Sarmo si serial killer saat dihadapkan kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12).
JawaPos.com - Bak pesikopat di film-film, warga Wonogiri digegerkan dengan pemberitaan mengenai tertangkapnya pembunuh berantai yang sudah cukup lama meresahkan warga sekitar.
Sarmo, lelaki berumur 35 tahun yang merupakan tersangka pembunuhan berantai asal Wonogiri itu bukan hanya kejam, tetapi juga terbilang licik.
Berbekal kelicikannya itu, Sarmo sempat mengelabui kecurigaan polisi ketika menanganinya dalam kasus pembunuhan sebelumnya, mengingat bukti yang pada saat itu belum memadai.
Diketahui sebelumnya, dirinya tertangkap bukan karena kasus pembunuhan, tetapi karena kasus pencurian yang dilakukannya di wilayah Kecamatan Ngadirojo bulan November lalu.
Padahal sebelum Sarmo tertangkap sebagai pencuri, pihak Polres Wonogiri menyatakan telah mencurigainya terkait kasus pembunuhan berantai namun terbentur minimnya saksi dan bukti.
"S (Sarmo) ini sudah dipantau oleh polisi sejak dulu. Karena dulu alat bukti kurang, dipantau terus. Hingga akhirnya kita bisa ungkap kasus ini," Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12), seperti dikutip dari Radar Madiun (JawaPos Grup).
Kapolres Wonogiri akhirnya mengungkapkan bahwa Sarmo merupakan pelaku dari pembunuhan dua orang yang bernama Agung Santosa dan Sunaryo.
Kedua korban diketahui adalah rekan bisnis pelaku, Sarmo. Keduanya dibunuh lantaran persoalan utang piutang.
Kedua korban dibunuh dengan cara diracun menggunakan minuman yang telah dicampur apotas.
Meski dibunuh dengan cara yang sama, namun jarak waktu pembunuhan antara keduanya berbeda.
Diketahui, Agung Santosa meninggalkan rumahnya di Klaten pada 24 November 2021. Sejak saat itu Agung tak pernah kembali, dan keluarganya pun sudah melaporkan ke pihak berwajib.
Sementara itu, Sunaryo meninggalkan rumah pada 27 April 2022. Sunaryo adalah korban kedua aksi pembunuhan berantai Sarmo.
Sarmo sempat tidur di atas kuburan Agung dan Sunaryo sebelum akhirnya ia membakar dan menumbuk tulang belulang mereka ditempatnya masing-masing.
"Tulangnya (korban) kemudian diangkat lagi, dibakar. Kemudian tulang-tulangnya ditumbuk," terang Kapolres Wonogiri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
