Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 November 2023 | 07.46 WIB

Viral Awan Tak Terdeteksi Citra Radar Cuaca di Langit Jogjakarta, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Postingan citra radar cuaca yang ramai diperbincangkan netizen. - Image

Postingan citra radar cuaca yang ramai diperbincangkan netizen.

JawaPos.com–Citra radar cuaca yang menyajikan persebaran awan di langit Jogjakarta menjadi perbincangan netizen. Pasalnya citra radar cuaca pada Sabtu (4/11) pukul 20.14 WIB memperlihatkan tidak adanya awan di atas wilayah Jogjakarta.

Tangkapan layar citra radar cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menjadi perbincangan netizen di media sosial. Gambar tersebut salah satunya diunggah akun Twitter atau X @jogmfs.

Unggahan yang menampilkan citra radar cuaca tersebut menuai berbagai respons netizen.

Tak cek jebul tenan. Mungkin lagi akeh seng duwe gawe. Udan e digeser sik. (Dicek ternyata benar. Mungkin lagi banyak yang punya acara. Hujannya digeser dulu),” ucap akun @nugraha_squad.

”Jogja bukan menolak hujan, tapi hujan yang menghindari Jogja,” tulis akun @GreciellaUnada.

Netizen pun mengira ada keterlibatan pawang hujan yang menyebabkan tidak adanya awan di langit Jogjakarta.

”Pawang ujan siapa ini, sakti banget,” ucap akun @rhcha.

Ramainya gambar citra satelit ini direspons Stasiun Meteorologi Jogjakarta melalui Instagram resminya, @infobmkgyia, Minggu (5/11). Dalam unggahan tersebut BMKG menjelaskan citra radar cuaca menyajikan gambar yang membentuk lingkaran kosong di tengah yang seolah tidak ada awan di langit Jogjakarta diindikasikan adanya fenomena Bright Band Echo pada Radar Cuaca Baron di Mlati, Sleman.

Bright Band Echo ialah warna terang horizontal yang dihasilkan radar karena mencairnya salju sebelum terjadi hujan. Hal itu dapat mengakibatkan kesalahan dalam penggambaran kondisi cuaca di wilayah tertentu sehingga diperlukan pengoreksian.

Hal tersebut karena radar tidak mampu mendeteksi tegak lurus sehingga menghasilkan citra radar yang tampak bolong. Berdasar reflektifitas. Awan yang terdeteksi di sekitar wilayah yang tampak tidak diselimuti awan berada di ketinggian 6-8 km. Sementara bentuk bolong melingkar terjadi karena pemindaian yang dilakukan radar cuaca memutar 360 derajat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore