
Dexa Medica sinergi dengan BKKBN kumpulkan para bidan di Jember untuk edukasi pencegahan stunting.
JawaPos.com–Tahun depan, Presiden Joko Widodo mengalokasikan Rp 186,4 triliun atau 5,6 persen untuk sektor kesehatan dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN). Salah satu fokus utamanya adalah mencapai target penurunan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 14 persen pada 2024.
Ahli Utama Penyuluh Keluarga Berencana BKKBN Dwi Listyawardani mengatakan, stunting menjadi permasalahan yang cukup genting. Terjadinya stunting akibat asupan nutrisi yang kurang dan bisa juga terjadinya infeksi berulang saat 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
”Stunting menjadi ancaman kualitas generasi muda. Tidak hanya mengalami terganggunya pertumbuhan fisik. Melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, serta produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif,” jelas Dwi Listyawardani dalam Dexa Medica Sinergi dengan BKKBN di Jember, Jawa Timur.
Dwi menjelaskan, angka stunting di Keresidenan Besuki yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Situbondo, ditambah Lumajang dan Probolinggo, masih cukup tinggi.
”Persoalannya di Jawa Timur ini, terutama karena menikah di usia dini. Angkanya di atas 50 persen,” terang Dwi Listyawardani.
Ketua IBI Jawa Timur Lestari mengungkapkan, bersama 38.698 bidan di seluruh Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk membantu dalam menurunkan angka stunting dan mengejar target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024. Salah satu peran bidan dalam menurunkan angka stunting tidak hanya di Jember, tetapi juga secara nasional adalah memaksimalkan peran bidan.
”Kita selalu intervensi. Kita selalu melakukan pendampingan terhadap ibu hamil yang risiko itu penting sekali. Jadi teman-teman di lapangan, selalu kita beri support bahwa kalau memang ada pemeriksaan kehamilan mereka berisiko tinggi, kita sudah punya catatan. Tidak hanya itu, sebagai upaya penurunan stunting kami juga memberikan edukasi penyuluhan,” papar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Hendro Soelistijono menambahkan, berdasar data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Jember pada 2022 sebesar 34,9 persen, paling tinggi di Provinsi Jawa Timur.
”Saya berharap kasus stunting di Kabupaten Jember bisa ditekan lagi sehingga bisa mencapai target 14 persen pada 2024,” ujar Hendro Soelistijono.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Sandy Hendrayono menyatakan, pihaknya memberikan fokus penurunan angka stunting di 20 desa di wilayah Situbondo.
”Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan melakukan inovasi kelompok Pendukung ASI, yang berperan menciptakan lingkungan mendukung menyusui di pedesaan. Ada 48 kelompok yang terbentuk, tugasnya mencegah stunting melalui asupan ASI. Upaya lain untuk peningkatan ASI eksklusif, kami menggunakan suplemen Asimor,” papar Sandy Hendrayono.
Corporate Affairs Director Dexa Group Tarcisius Tanto Randy mengatakan, Dexa Group berkontribusi mengatasi stunting bersama BKKBN, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), dan Ikatan Bidan Indonesia, dengan mengedukasi para bidan di Kabupaten Jember.
”Jember tidak sendiri berupaya untuk mengatasi penurunan prevalensi ini. Kami dari Dexa Group, berdasar keahlian kami, turut mendukung program percepatan penurunan stunting, sesuai dengan landasan perusahaan Expertise for the Promotion of Health,” ujar Tanto Randy.
Head of Corporate Communications Dexa Group Sonny Himawan menegaskan, target penurunan stunting merupakan implementasi salah satu core value perusahaan deal with care. Untuk mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen memerlukan kolaborasi pentahelix.
”Sejak 2022, Dexa Group dan BKKBN telah berkolaborasi dengan lebih dari 7.000 bidan di 8 wilayah untuk melakukan edukasi pencegahan stunting,” ungkap Sonny Himawan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
