
Ilustrasi kabel semrawut merusak estetika kota.
JawaPos.com–Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, mengkaji kesemrawutan kabel telekomunikasi yang tidak teratur. Sehingga, hal itu merusak keindahan kota.
”Selain merusak estetika kota, kondisi ini juga berisiko bagi keselamatan warga, gangguan teknis, dan rentan kebakaran,” ucap Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan Mansursyah seperti dilansir dari Antara di Medan.
Mansursyah mengungkapkan, akar permasalahan kesemrawutan kabel tersebut antara lain karena masifnya pertumbuhan kota yang sangat cepat. Selain itu, penambahan volume kabel tanpa pengaturan.
”Semakin tuanya infrastruktur tidak dikelola dengan baik dan tidak ada koordinasi antar penyedia layanan telekomunikasi,” ujar Mansur ketika membuka seminar kajian pengembangan infrastruktur kabel serat optik bawah tanah di Kota Medan.
Dia mengatakan, program Medan rapi tanpa kabel (Merata) juga fokus terhadap pengembangan infrastruktur telekomunikasi di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Kabel serat optik bawah tanah, merupakan salah satu pilihan dalam menata perwajahan Kota Medan agar semakin estetis.
”Atas dasar itulah, kita melaksanakan kajian pengembangan kabel serat optik bawah tanah. Kami harapkan saudara memberikan saran, masukan, kritik, ide kreatif, dan inovatif, yang nanti bisa kita terapkan,” ujar Mansursyah.
Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Brida Kota Medan Indra Gunawan menyebut, penelitian itu dilaksanakan selama tiga bulan mulai Agustus sampai Oktober.
”Hasil penelitian yang diseminarkan ini diharapkan menjadi rekomendasi pimpinan daerah dalam pembuatan kebijakan untuk mewujudkan sarana jaringan utilitas terpadu Kota Medan,” ungkap Indra Gunawan.
Sementara itu, Dadan Subarna, tim peneliti sarana jaringan utilitas terpadu Kota Medan menyebutkan, rute, lokasi, dan kajian awal penelitian adalah Jalan Sudirman di Kota Medan. Hasil pengamatan dan kajian menunjukkan, antara lain di sepanjang ruas jalan tersebut terbenam kabel fiber optik beberapa operator tidak memenuhi kaidah ilmiah dan regulasi.
”Selain kabel fiber optik ada juga jaringan utilitas gas, drainase, air minum, dan kabel listrik. Risiko gangguan dimungkinkan terjadi, karena setiap utilitas dioperasikan secara parsial,” tutur Dadan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
