
Kabid Humas Polda Kepri Kombespol Zahwani Pandra Arsyad.
JawaPos.com–Polda Kepulauan Riau mengklarifikasi terkait adanya video viral yang memperlihatkan seorang polisi menenteng sebilah parang ketika mengawal tim ukur lahan di Pulau Rempang.
Kabidhumas Polda Kepri Kombespol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, apa yang diberitakan dan dinarasikan pada video tersebut adalah tidak benar. Penggunaan parang yang dibawa tersebut bukan untuk mengancam atau menakuti warga.
”Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengamanan topografi oleh PT MEG, untuk mengukur tinggi rendah tanah. Parang itu bukan untuk menakuti atau mengancam warga sekitar, tetapi parang tersebut digunakan untuk membuka jalan menuju lokasi tersebut yang merupakan kawasan hutan penuh dengan rumput, ilalang, ranting pohon, dan semak belukar yang menghalangi jalan pada saat kegiatan survei dan topografi,” ujar Zahwani Pandra Arsyad seperti dilansir dari Antara di Batam Kepulauan Riau, Senin (23/10).
Dia menyebutkan, kegiatan survei lokasi proyek dan topografi PT MEG untuk mengetahui tinggi rendah tanah, memverifikasi lahan yang meliputi kebun, rumah, dan hutan.
”Pada saat melaksanakan pengamanan kegiatan survei lokasi proyek oleh PT MEG, sempat mendapat hambatan oleh masyarakat yang tidak menginginkan kampungnya dilakukan kegiatan oleh pemerintah maupun pihak pengembang,” ujar Zahwani Pandra Arsyad.
Dia mengimbau semua pihak, untuk saling menahan diri dan tidak terprovokasi dalam menyikapi pengembangan kawasan Rempang sebagai daerah Eco City di Kota Batam.
”Kepada masyarakat agar bersikap bijak dan cerdas dengan selalu melakukan konfirmasi serta cek dan ricek sebelum mempercayai apalagi membagikan sebuah berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” terang Zahwani Pandra Arsyad.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombespol Nugroho Tri Nuryanto meminta maaf atas kejadian tersebut. Ke depan, hal itu akan menjadi bahan analisis dan evaluasi dalam melaksanakan tugas kedinasan.
”Anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan harus selalu sesuai SOP. Hal-hal seperti pakaian dinas harus lengkap, utamakan Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Surat perintah tugas harus selalu dibawa, serta apabila akan masuk wilayah yang mau diukur dan ditinjau untuk selalu koordinasi serta melapor kepada tokoh masyarakat setempat, sehingga hal ini tidak terulang kembali,” tutur Nugroho Tri Nuryanto.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
