
Peraga busana mengenakan batik berlenggok-lenggok menawan dalam Fashion on Pedestrian Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang digelar Pemkab Banyuwangi, Jumat (20/10) sore.
JawaPos.com–Puluhan peraga busana mengenakan batik berlenggok-lenggok dengan menawan di sepanjang trotoar di depan area Banyuwangi Creative Hub, di Terminal Pariwisata Terpadu, Banyuwangi. Para peraga tersebut tengah tampil dalam Fashion on Pedestrian yang digelar Pemkab Banyuwangi, Jumat (20/10) sore.
Fashion On Pedestrian yang merupakan rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) adalah wadah pengembangan pelaku usaha batik Banyuwangi. Mulai dari perajin batik, penjual batik, hingga desainer fashion Banyuwangi.
”Event yang dihelat sejak 2013 ini adalah cara daerah untuk terus mempertahankan eksistensi khasanah batik Banyuwangi, sekaligus memperluas jangkauan pasarnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (21/10).
”Dengan konsistensi pemkab, kini skill perajin dan penjual kain batik terus meningkat. Tak hanya itu, desainer busana asal Banyuwangi juga terus bermunculan. Kami berharap ekosistem semacam ini terus tumbuh membesar,” imbuh Ipuk.
Kaya akan beragam motif, setiap tahun diangkat satu motif batik khas Banyuwangi sebagai tema besar BBF. Tahun ini, giliran motif sembruk cacing menjadi tema utama BBF. Seperti yang terlihat Jumat (20/10) sore, puluhan model berjalan di atas catwalk trotoar memperagakan baju batik dengan desain casual, pesta, hingga baju kerja. Semuanya tetap dalam balutan kain bermotif sembruk cacing.
Ketua Asosiasi Batik Banyuwangi Firman Sauqi menerangkan, motif Sembruk Cacing merupakan motif yang cukup tua yang dimiliki Banyuwangi. Motif itu memiliki filosofi kesuburan.
Fashion On Pedestrian rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) wadah pengembangan pelaku usaha batik Banyuwangi.
”Sembruk memiliki arti rumah dan cacing sendiri merupakan hewan melata yang mempunyai peran penting dalam membantu menguraikan bahan organik menjadi zat hara di dalam tanah sehingga tanahnya menjadi subur,” terang Firman.
Sejak 2013, beragam motif batik telah diangkat pada BBF dan rangkaiannya. Seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, Blarak Sempal, Sekar Jagad Blambangan, dan lainnya.
Selain Fashion on Pedesterian, untuk mengenalkan motif Sembruk Cacing pada generasi muda, rangkaian event BBF juga menggelar lomba desain motif batik. Event itu menciptakan 45 desain motif batik tema Sembruk Cacing.
”Kami juga menggelar lomba mencanting batik untuk pelajar SD,” ujar Firman.
Salah satu desainer muda, Andi Dharma, 26, mengaku sangat antusias dengan ajang fashion tersebut. Menurut dia, hal itu adalah cara untuk mengembangkan kemampuan mereka.
”Event semacam ini adalah kesempatan bagi para desainer junior seperti kami untuk menambah pengalaman karena bertemu para senior yang terus membimbing,” papar Andi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
