Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 18.32 WIB

Dini Sera yang Dibunuh Gregorius Ronald Tannur, Anak Anggota DPR Belasan Tahun Tidak Pulang

Sejumlah warga mengantarkan Dini Sera Afrianti ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Babakan, Kampung Gunung Guruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. - Image

Sejumlah warga mengantarkan Dini Sera Afrianti ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Babakan, Kampung Gunung Guruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

JawaPos.com–Dini Sera Afrianti alias Andini, 27, yang diduga dibunuh Gregorius Ronald Tannur, anak anggota DPR RI dari Fraksi PKB diketahui sudah belasan tahun tidak pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

”Terakhir, saya melihat korban sekitar 12 tahun yang lalu, saat masih menjadi pelajar. Setelah itu, pergi dari rumah keluarganya di Kampung Gunung Guruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, dan tidak pulang-pulang. Sayangnya pas pulang sudah meninggal dunia,” kata Ketua RT 12 Kampung Gunung Guruh Girang Saepudin seperti dilansir dari Antara.

Menurut Saepudin, jenazah Dini tiba di rumah duka pada Jumat (6/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Pihak keluarga menjemputnya ke Surabaya, kemudian disemayamkan beberapa jam sebelum dimakamkan.

Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah perempuan muda yang nyawanya direnggut pacarnya berinisial R usai pesta di salah satu klub hiburan malam di Surabaya dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babakan yang jarak dari rumahnya sekitar 300 meter.

Saepudin menambahkan, penyebab kematian Dini baru diketahui saat salah seorang pihak keluarga korban memberi tahu. Sebelum meninggal dunia, korban dan pacarnya sempat mengunjungi klub malam di Surabaya.

Namun, entah apa penyebabnya, sang pacar yang informasinya anak seorang anggota DPR RI ini tega menganiaya Dini hingga tewas dengan cara yang brutal.

”Untuk kasus yang dialami korban, saya kurang paham. Namun yang saya tahu, Dini tidak pulang-pulang ke kampung dan selama itu tidak ada kabar tentang dirinya dan tahu-tahu pulang sudah dalam kondisi meninggal,” tambah Saepudin.

Saepudin mengatakan, tidak mengetahui sifat Dini seperti ala, ditambah saat masih di Kampung Gunung Guruh Girang usianya masih belia atau masih duduk di bangku sekolah.

Sebelumnya, kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian janda muda asal Kabupaten Sukabumi, setelah pesta di salah satu tempat hiburan malam di Surabaya bertengkar.

Diduga karena terpengaruh minuman keras, pacar korban secara brutal menganiaya Dini hingga meregang nyawa. Bahkan jasad perempuan cantik ini pun dimasukkan ke bagasi mobil milik terduga pelaku.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore