Korban Dini Sera Afrianti ditemukan tergeletak di tempat parkir sebuah karaoke di Jalan Mayjen Yono Soewojo, Surabaya, Rabu (4/10) dini hari.
JawaPos.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya menyelidiki kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Dini Sera Afrianti, (28).
Korban yang sempat tergeletak di basement tempat parkir diduga sempat dibawa teman prianya, R (35), ke rumah sakit usai penganiayaan yang diduga juga dilakukan oleh R tersebut.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, hingga saat ini pemeriksaan sudah dilakukan terhadap 15 orang saksi. Salah satunya adalah R, teman pria korban Dini alias Andini.
"Kami sudah periksa 15 orang. Mulai dari teman korban, keamanan setempat dan beberapa saksi lainnya di lokasi kejadian. Termasuk R pasangan korban yang saat itu bersamanya. Hingga saat kami masih penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka," ujarnya, Kamis (5/10) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Saat ditanya mengenai luka yang diderita korban hingga menyebabkan meninggal dunia, kepolisian masih menyelidiki lagi. Saim itu juga menunggu hasil otopsi terhadap jasad korban.
"Kami masih mendalami kasus ini dan menyelidiki secara intensif. Jika hasil sudah keluar akan diketahui luka apa saja dan penyebab meninggalnya korban," terangnya.
Pihaknya juga melaksanakan pengumpulan barang bukti dengan memeriksa beberapa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ada lima titik CCTV yang diperiksa untuk alat bukti tambahan.
"Kami periksa rekaman CCTV saat korban sedang bersama pasangannya, lobby ia datang, tempat korban tinggal, hingga ke rumah sakit," imbuh AKBP Hendro.
Sebelumnya, Dini Sera Afrianti (28), alias Andini, tergeletak di parkiran salah satu tempat karaoke Jalan Mayjen Jono Soewojo, Surabaya Barat.
Berdasarkan penuturan kuasa hukum korban, Dimas Yemahura Alfaraouq, kliennya diduga dianiaya oleh kekasihnya, R, ketika masih di karaoke.
"Dugaan penganiayaan terhadap Andini, korban asal Sukabumi terjadi di tempat karaoke kawasan Jalan Mayjen Jono Soewojo, Rabu (4/10) dini hari," ungkap Dimas.
Korban kemudian sudah dalam kondisi tak berdaya dan tergeletak di basement. Ditemukan juga luka seperti sayatan di bagian tubuh korban.
Oleh terduga pelaku, Andini hendak ditinggal. Namun, petugas keamanan setempat mengingatkan R untuk membawa korban pulang.
Korban kemudian dibawa R menuju apartemen di kawasan Lontar, Surabaya Barat.
"Oleh R, Andini dimasukkan ke bagasi mobil belakang untuk dibawa ke apartemen. Namun kondisinya semakin buruk, baru kemudian dibawa ke rumah sakit," imbuh Dimas.
Setibanya di rumah sakit yang tak jauh dari apartemen, korban ternyata sudah meninggal. Jasadnya dibawa ke RSUD dr Soetomo, Surabaya untuk keperluan otopsi.