
Ilustrasi polisi memborgol tersangka pelaku penculikan seorang turis asal Ukraina. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi premanisme di Jakarta Pusat kembali memakan korban. Seorang pedagang sate padang bernama Hikmatul Lisan, 25, menjadi korban penganiayaan oleh dua orang pria yang diduga kuat merupakan preman kampung atau warga sekitar. Insiden ini terjadi di Jalan Percetakan Negara, dekat Bank BTN, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6) malam.
Kasus penganiayaan pedagang sate di Rawasari ini dipicu oleh pelaku emosi karena ogah membayar makanan dan minuman yang telah mereka pesan.
Menurut keterangan Deni, kakak korban, pelaku penganiayaan tersebut merupakan bapak dan anak. Peristiwa bermula saat kedua pelaku menolak membayar setelah selesai makan.
"Kejadiannya hari malam minggu lalu. Adek saya dianiaya oleh dua orang yang merupakan akamsi yang merupakan warga sekitar," ujar Deni, Selasa (9/6).
Deni menambahkan, salah satu pelaku diketahui bernama Gery. Kedua pelaku ternyata sudah sering mendatangi lapak korban untuk meminta makanan dan minuman secara cuma-cuma.
"Mereka itu berdua suka minta makan terus - terusan ke lapak adek saya. Selama ini tidak pernah membayar makanan di lapak saya, mereka biasanya makan sate dan minumnya jus," ucapnya.
Korban Alami Luka dan Alami Trauma Linglung
Akibat kebrutalan para pelaku, Hikmatul Lisan mengalami luka fisik yang cukup serius di bagian wajah. Tidak hanya itu, korban juga mengalami trauma psikologis yang mendalam setelah dikeroyok.
"Adek saya masih linglung akibat tonjokan para pelaku. Senin 8 Juni 2026 saya bersama adek saya yang jadi korban buat laporan ke Polsek Cempaka Putih," ungkapnya.
Meresahkan, Pelaku Sering Palak Pedagang Lain
Deni membeberkan bahwa kelakuan "bang jago" ini sudah sangat meresahkan. Korban penindasan mereka ternyata bukan hanya adiknya, melainkan banyak pedagang lain di kawasan Rawasari yang kerap dipalak berkedok minta makan gratis.
"Bukan lapak adek saya aja, lapak pedagang lainnya juga kerap dimintai makan dan minum secara gratis. Tidak pernah mereka mau bayar, sekalinya diminta bayar, ini contohnya adek saya justru dianiaya," terangnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
