
MEMBARA: Warga mengamati api yang membakar Gunung Lawu dari depan rumahnya di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, kemarin (1/10).
JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meluas. Saat ini area yang terbakar di kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gunung Lawu mencapai 30 hektare. Upaya pemadaman belum membuahkan hasil.
Berdasar laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak meliputi Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo.
Rencananya, BNPB turun ke Ngawi untuk melakukan water bombing hari ini (2/10). Bantuan itu merespons terkendalanya upaya pemadaman api dengan cara manual. ”Water bombing menggunakan helikopter,’’ kata Letkol Arm Didik Kurniawan, komandan Satgas Penanggulangan Karhutla BKPH Lawu Utara, dilansir dari Radar Ngawi kemarin (1/10).
Titik-titik kebakaran yang bakal dibom air masih dipantau. Kemungkinan adalah area yang kobaran apinya masih besar, berdekatan dengan hutan produksi, dan tidak jauh dari pemukiman. ”Prioritasnya mana, masih menunggu perkembangan titik api karena kobaran api terus bergerak,” ujar Dandim 0805 Ngawi tersebut.
Water bombing dilakukan dengan 800 liter hingga 2.000 liter air. Satu helikopter biasanya dapat melakukan 14 kali penerbangan dalam sehari. ”Airnya diambil dari Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, Magetan,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menetapkan status darurat kebakaran hutan Gunung Lawu. Masa tanggap berlangsung selama dua pekan dan berakhir pada 13 Oktober. Penetapan level itu menyusul cukup luasnya hamparan hutan lindung yang terbakar sejak titik api kali pertama muncul pada Kamis (28/9). ”Masuk wilayah Kecamatan Jogorogo, Kendal, dan Ngrambe’’ paparnya.
Sedikitnya 250 personel gabungan berupaya mengendalikan kobaran api dengan cara manual dan peralatan seadanya. BPBD dari tiga daerah di Madiun Raya serta BPBD Jawa Timur (Jatim) ikut membuat jalur ilaran selebar 4 meter guna mengantisipasi meluasnya si jago merah. ”Satgas Penanggulangan Karhutla BKPH Lawu Utara berjuang bersama TNI, Polri, LMDH, tagana, dan warga,’’ ujarnya.
Ony menjelaskan, pemadaman terkendala medan yang terjal dengan tingkat kemiringan tanah mencapai 45 derajat. Titik-titik hutan rimba campur yang terbakar sulit dijangkau petugas damkar.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra menyampaikan, titik api karhutla di Gunung Lawu pertama muncul di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, kawasan Gunung Gede area Gunung Lawu sisi utara Ngawi. Kemudian, meluas ke petak 38, 39, 40, dan 41 Lawu Utara serta hutan lepas blok Trincing (timur Ngudal).
”Kondisi api saat ini masih cukup besar dan bergerak ke arah utara, mengarah ke puncak Gunung Lawu,” jelas Prila dalam keterangan tertulis kemarin. Bahkan, menurut dia, api yang membakar mengarah ke puncak tersebut saat ini tidak bisa lagi dijangkau petugas dan relawan.
Karena itu, pihaknya telah mengajukan bantuan pemadaman dengan water bombing. (sae/cor/gih/c14/fal)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
