Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 September 2023 | 02.56 WIB

Foto Prewedding Picu Kebakaran di Bromo, Calon Pengantin Pria Minta Maaf, Pengacara Ungkit Kelemahan TNBTS

Rombongan pasangan prewed di Bukit Teletubbies, Bromo, didampingi kuasa hukumnya menemui pemangku adat Tengger di Balai Desa Ngadisari, minta maaf. - Image

Rombongan pasangan prewed di Bukit Teletubbies, Bromo, didampingi kuasa hukumnya menemui pemangku adat Tengger di Balai Desa Ngadisari, minta maaf.

JawaPos.com - HP, 38, calon pengantin pria yang diduga terlibat dalam insiden kebakaran Bukit Teletubbies Gunung Bromo sudah angkat bicara. Dia pun minta maaf atas kejadian kebakaran yang di luar dugaan dirinya dan tim saat melakukam foto prewedding sebagai bagian dari rangkaian pernikahannya.

HP secara tegas mengatakan telah berusaha memadamkan api sesaat setelah insiden kebakaran terjadi dengan cara menyiramkan 5 botol air berukuran besar. Kendati demikian, api lebih cepat menjalan terbawa oleh angin.

Mustaji selaku pengacara manajer Wedding Organizer sekaligus kuasa hukum dari calon pengantin mengatakan, kebakaran yang terjadi bukan semata-mata kesalahan dari kliennya. Dia menyatakan kelemahan juga terletak pada petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Kesalahan tidak hanya ada di klien kami, ada kelemahan dari petugas TNBTS, dimana seharusnya dalam aturan pengelolaan wisata itu harus ada pengawalan atau himbauan kepada pengunjung. Jadi pengunjung tidak dibiarkan begitu saja setelah bayar, pengunjung berkeliaran sampai merusak tanaman-tanaman di situ seperti kata kepala desa," kata Mustaji dalam video diunggah akun gosip Lambe Turah.

Menurutnya, petugas TNBTS seharusnya yang lebih tahu tentang situasi di kawasan Gunung Bromo. Dengan demikian, petugas seharusnya bisa melakukan deteksi dini untuk mencegah hal-hal tak diinginkan terjadi.

"Pengunjung tidak tahu di sini situasinya seperti apa, dan harus bagaimana. Jadi bawaan pengunjung juga harus diperiksa, petugas harusnya seperti itu. Bukan setelah bayar tiket kemudian pengunjung dilepas begitu saja," tuturnya.

Dia pun menyebut akan mengambil langkah hukum untuk turut meminta pertanggungjawaban hukum atas insiden kebakaran di kawasan Gunung Bromo kepada petugas TNBTS.

"Niat awal dari klien kami untuk prewed, ada rencana pernikahan di bulan Desember. Klien kami bawa barang yang menurut klien kami tidak mudah terbakar. Klien kami sudah berusaha untuk memadamkan, bukan kata netizen membiarkan, itu tidak benar," kata Mustaji.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore