
Gejala awal DBD biasanya mirip flu seperti demam. (Shutterstock)
JawaPos.com–Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat mewaspadai flu Singapura. Penyakit itu belakangan menyerang anak usia di bawah usia lima tahun (balita).
”Orang tua harus waspada, karena flu Singapura biasanya menyerang anak-anak balita” kata Ketua IDAI Cabang Kepri Muhammad Rizqa seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang, Sabtu (26/8).
Menurut dia, gejala anak terserang penyakit akibat virus itu, pada umumnya timbul ruam di mulut atau tampak seperti sariawan, lalu terdapat bintik seperti cacar di tangan dan kaki, terutama di lipatan siku dan lutut hingga pangkal paha.
”Flu Singapura memang khas menyerang sekitar mulut, tangan, dan kaki,” ujar Muhammad Rizqa.
Dia menyebut, flu Singapura sangat mudah menular melalui interaksi antar manusia. Misalnya saat batuk atau bersin, makan satu wadah, hingga kontak langsung dengan penderita penyakit tersebut.
”Termasuk penularan dari tempat bermain anak, yang sebelumnya sudah terkena cairan tubuh anak penderita penyakit itu,” papar Muhammad Rizqa.
Rizqa menambahkan, belakangan kasus penyakit flu Singapura cukup banyak ditemukan. Dokter di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri, itu mencatat dalam satu bulan terakhir per hari rata-rata ada empat orang anak bahkan lebih datang dengan keluhan penyakit flu Singapura ke rumah sakit tersebut.
Bahkan, menurut dia, ada anak yang harus menjalani rawat inap sampai tiga hari. Sebab, kesulitan menelan saat makan dan minum disertai muntah-muntah. Sementara gejala ringan, sifatnya hanya menimbulkan demam pada anak.
”Biasanya anak itu datang dengan keluhan tidak mau makan, kadang disertai demam. Paling banyak terkena sariawan hingga membuat anak sakit untuk menelan makanan,” ungkap Muhammad Rizqa.
Dia mengimbau orang tua yang menemui gejala flu Singapura pada anak agar segera membawa anaknya berobat ke puskesmas atau rumah sakit. ”Anak balita rentan terpapar penyakit itu, karena imun tubuhnya masih lemah,” ucap Muhammad Rizqa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Muhammad Bisri meminta masyarakat tidak perlu panik terhadap kasus flu Singapura. Penyakit itu memiliki gejala seperti demam biasa dan sudah menjadi endemik di negara tetangga, Singapura.
”Kenapa disebut flu Singapura, karena penyakit ini sempat naik tinggi di Singapura sekitar tahun 2000-an,” tutur Muhammad Bisri.
Bisri menyebut kasus flu Singapura di Indonesia masih dalam observasi atau pengamatan. Namun belum menjadi konsentrasi Kementerian Kesehatan. Kendati begitu, dia mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan.
”Saat ini belum ada kebijakan khusus pemerintah dalam menghadapi flu Singapura, sehingga relatif masih aman,” kata Bisri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
