Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Agustus 2023 | 02.16 WIB

Jasad Perempuan Berseragam Pramuka Ditemukan di Pemalang, Diikat Batu di Sungai

Jenazah Rika Indriyani (kanan) dimakamkan di Desa Bulakpelem, Sragi, Pekalongan, kemarin (23/8). - Image

Jenazah Rika Indriyani (kanan) dimakamkan di Desa Bulakpelem, Sragi, Pekalongan, kemarin (23/8).

JawaPos.com – Perempuan muda berseragam Pramuka ditemukan tewas di aliran sungai dekat pantai Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang, Selasa (22/8).

Gadis nahas yang belakangan diketahui bernama Rika Indriyani, 20, tersebut diduga dihabisi sebelum ditenggelamkan.

Terungkapnya identitas warga Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, tersebut menjawab teka-teki seragam Pramuka yang dipakai korban. Hal itu sempat menimbulkan kejanggalan.

Sebab, pada seragam tersebut terpasang atribut Gugus Depan (Gudep) SMA Negeri 1 Petarukan, Pemalang. Namun, tidak ada satu pun siswa sekolah tersebut yang dilaporkan hilang atau tidak masuk sekolah.

’’’Identitas nomor gudepnya memang betul mengarah ke sana. Tetapi, kami cek dan kami data beberapa kali, siswa lengkap. Masuk semua,’’ jelas Kepala Kwartir Ranting (Kwaran) Petarukan Susanto seusai penemuan jasad tersebut.

Foto korban pembunuhan di Pemalang Rika Indriyani semasa hidup.

Sebelum penemuan jasad korban, di Kabupaten Pekalongan heboh kabar hilangnya Rika Indriyani. Ketika ada kabar penemuan mayat itu, keluarga korban mendatangi rumah sakit di Pemalang tempat jasad korban diotopsi.

’’Awalnya, kami tidak mau dan tidak percaya. Sebab, mayat itu pakai seragam Pramuka. Adik saya kan sudah tidak bersekolah,’’ ungkap Kusmiyati, kakak kandung korban, kepada Jawa Pos Radar Semarang di rumah duka kemarin (23/8).

Keraguan Kusmiyati terjawab setelah melihat langsung jasad adiknya di RSUD dr M. Ashari, Pemalang. Dia mengungkapkan, wajah adiknya sudah tidak begitu bisa dikenali karena kondisinya mengenaskan.

’’Namun, saya lihat tangan, kaki, kuku, jari-jari, dan beberapa ciri lain, saya yakin itu adik saya,’’ katanya.

Dia menyampaikan, sehari-hari Rika bekerja sebagai pelayan warung masakan padang di Sragi, Pekalongan. Keluarga kali terakhir bertemu korban saat berpamitan berangkat kerja Minggu (20/8). Setelah itu, keluarga kehilangan kontak.

Kusmiyati menyatakan, hari itu Rika juga sempat berpamitan kepada rekan kerjanya untuk pergi jalan-jalan, tetapi entah dengan siapa dan ke mana tujuannya. Dari keterangan rekan kerja Rika itulah Kusmiyati mendapat informasi soal pakaian terakhir yang dikenakan adiknya.

’’Saya makin yakin itu adik saya setelah saya melihat pakaian yang ditemukan polisi,’’ ujarnya.

Kepala Desa Bulakpelem Kristiawan menambahkan, polisi menemukan tiga batu besar yang diikatkan di tubuh korban. Diduga, batu itu dipasang agar korban tenggelam. Mengenai dugaan adanya pemerkosaan, dia menyampaikan bahwa kepolisian belum bisa menyimpulkan.

’’Kalau soal seragam Pramuka, diduga, itu sengaja dipakaikan ke korban untuk menyamarkan identitas. Sumber seragam itu dari mana, belum tahu,’’ katanya.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore