Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juli 2023 | 22.32 WIB

Diduga Oknum Dokter Salah Satu RS di Makassar Pukul Anak 3 Tahun, Begini Kronologinya

Tangkapan layar oknum dokter pukul anak berusia 3 tahun. - Image

Tangkapan layar oknum dokter pukul anak berusia 3 tahun.

JawaPos.com–Tindakan oknum dokter yang bertugas di salah satu RS di Makassar pukul anak berusia 3 tahun terekam kamera CCTV. Video tersebut memperlihatkan seorang bapak dan anaknya tengah berjalan di tempat mirip kafe.

Mereka berdua berhenti di samping oknum dokter yang sedang bermain catur karena sudah saling kenal. Anak berusia 3 tahun tersebut tiba-tiba mengambil bidak catur di meja.

Bapaknya yang berdiri di samping, sempat mencegah namun nahas tindakan anaknya keburu terlaksana. Oknum dokter yang berang, sontak mengayunkan tangan ke kepala si anak. Anak itu tersungkur ke lantai dan kepalanya terkena kursi.

Akun Twitter Supet (@SupirPete2) membagikan video lengkap dengan aduan dari ibu si anak melalui DM.

Ternyata siang tadi Om Supet dapat DM yang berasal dari orang tua anak yang menjadi korban tindak kekerasan,” tulisnya di deskripsi.

Melalui tangkapan layar DM tersebut, informasi kejadian tindakan pemukulan terjadi pada Kamis (27/7) pukul 23.10 waktu setempat. Setelah kejadian itu, bapak si anak langsung meminta maaf sembari membenahi papan catur yang diambil anaknya.

Namun oknum dokter justru melontarkan kata-kata omelan kepada si anak hingga bapaknya menghamburkan papan catur tersebut. Ibu yang mendengar kabar anaknya terkena kekerasan itu menyayangkan tindakan ringan tangan oknum dokter.

Maksudnya saya kenapa bapak terlalu gampang tangannya melayang di kepala anak saya sampai terjatuh. Saya aja gak pernah memukul anak saya di bagian kepala,” ungkap ibu si anak.

Dalam curhatan seorang ibu, dia juga menjelaskan bahwa memukul anak di bagian kepala tidak diperbolehkan dalam Islam.

”Di ajaran Islam pun jika ingin memukul anak sebaiknya di bawah pinggang,” ucap dia.

Keesokan harinya, Jumat (28/7) orang tua si anak mendapat telepon dari oknum dokter tersebut. Menurut pengakuan si ibu, dokter itu meminta tindakan tidak sengaja yang menimpa si anak dianggap seolah-olah tidak pernah terjadi.

Bapak si anak lantas mengirim rekaman CCTV dengan kronologi di atas. Oknum dokter justru makin marah hingga mengancam orang tua si anak.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore