
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melintas di dekat pos militer Lebanon di Naqura, Lebanon Selatan pada 27 Maret di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan (The Straits Times)
JawaPos.com - Ketegangan di Lebanon selatan kembali meningkat setelah fasilitas milik pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa mengalami kerusakan signifikan. Insiden terbaru ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi personel internasional di wilayah konflik yang semakin tidak stabil.
Dalam perkembangan terbaru, sejumlah perangkat pengawasan milik misi penjaga perdamaian dilaporkan hancur dalam waktu singkat. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan operasional, tetapi juga memperlihatkan semakin kompleksnya dinamika konflik antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata Hizbullah.
Dilansir dari The Straits Times, Minggu (5/4/2026), seorang pejabat keamanan PBB menyatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan 17 kamera pengawas yang terhubung dengan markas utama UNIFIL di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.
Pejabat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa seluruh kamera itu berada di kawasan pesisir Naqura, lokasi utama markas UNIFIL. Ia menegaskan, "Sebanyak 17 kamera di markas besar telah dihancurkan oleh tentara Israel," sebuah pernyataan yang menyoroti tingkat kerusakan yang cukup serius terhadap infrastruktur pengawasan misi PBB.
Sementara itu, juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, memberikan rincian tambahan mengenai metode penghancuran tersebut. Ia menyebutkan bahwa "kamera-kamera tersebut tampaknya dihancurkan menggunakan semacam laser," yang mengindikasikan penggunaan teknologi presisi dalam operasi militer di area sensitif tersebut.
Lebih lanjut, Ardiel juga menyampaikan bahwa kehadiran pasukan Israel di Naqura berlangsung bersamaan dengan aktivitas penghancuran besar-besaran bangunan di wilayah itu. Ia menuturkan, "Pasukan Israel berada di Naqura dan telah melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan di desa tersebut sepanjang pekan ini."
Dampak dari operasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh infrastruktur sipil, tetapi juga merembet ke fasilitas PBB. Dalam pernyataan sebelumnya, Ardiel menjelaskan bahwa "bukan hanya rumah warga dan tempat usaha yang hancur, tetapi kekuatan ledakan juga menyebabkan kerusakan pada markas UNIFIL."
Situasi ini semakin diperparah oleh jatuhnya korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian. Dalam sepekan terakhir, tiga personel asal Indonesia dilaporkan tewas dalam dua insiden terpisah yang terjadi di wilayah konflik tersebut.
Selain korban jiwa, UNIFIL juga melaporkan adanya insiden ledakan di salah satu pangkalan mereka dekat Odaisseh pada 3 April. Ledakan tersebut mengakibatkan tiga personel mengalami luka-luka, meskipun hingga kini sumber ledakan tersebut masih belum dapat dipastikan.
Menanggapi insiden tersebut, militer Israel menyatakan bahwa ledakan kemungkinan disebabkan oleh roket yang ditembakkan oleh Hizbullah dan jatuh di dalam pos UNIFIL. Klaim ini menunjukkan adanya perbedaan narasi antara pihak yang terlibat dalam konflik, yang semakin mempersulit verifikasi fakta di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
