Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juli 2023 | 03.50 WIB

Kisah Misteri Asrama Bekas Bangunan Belanda di Malang, Dirawat dan Disuapi Suster yang 20 Tahun Meninggal

ILUSTRASI. - Image

ILUSTRASI.

Kelak, Sari tak melupakan pengalaman hidupnya saat tinggal di Malang. Selama tiga tahun, perempuan asal Bali itu tinggal di gedung yang berdiri sejak zaman Belanda. Berbagai peristiwa di luar nalar dialaminya.

---

SARI (bukan nama sebenarnya) hanya bisa menyesali keputusannya. Ketika melihat kondisi sekolah yang akan dimasukinya pada 2016 tersebut, dia hendak membatalkannya. Namun, orang tuanya telanjur membayar full biaya masuk sekolah.

”Ini salah saya. Saat memilih sekolah di Jawa, saya tidak melihat foto-foto bangunan sekolah dan asrama. Saya hanya telanjur senang karena akan bersekolah di Jawa,” ujarnya ketika menceritakan ulang pengalamannya saat SMA.

Bangunan sekolah Sari dibangun sejak zaman Belanda. Kesan horor terasa saat berjalan menuju halaman belakang. Di sana terdapat beberapa makam suster. Mereka adalah suster yang mendedikasikan hidupnya di sekolah tersebut.

”Tapi, tetap saja. Kenapa harus ada makam di sekolah ini, sih?” keluh perempuan yang kini berusia 24 tahun tersebut.

Ketidaknyamanan itu membuat Sari berpikir akan ada kejadian-kejadian aneh yang menimpanya selama dirinya belajar di sekolah tersebut. Benar saja. Suatu ketika, Sari demam. Tak bisa ikut kegiatan asrama. Dia hanya bisa tidur di kamar.

Saat beristirahat, Sari didatangi seorang suster. Di asrama tersebut, siswa yang sakit akan dirawat langsung oleh suster. Karena itu, Sari menyambut kehadiran sang suster dengan sukacita. Sari dibawakan makan malam. Bahkan turut disuapi.

Selang 30 menit, Sari telah menghabiskan makanannya. Sang suster langsung pergi meninggalkan Sari. Namun, tak lama setelah itu, ada suster lain yang mendatangi Sari. Dia membawakan makanan sekaligus hendak menyuapi Sari. Tentu saja Sari seketika heran.

”Lho, Sus. Tadi saya sudah disuapi Suster Marini (bukan nama sebenarnya). Barusan saja,” ucap Sari menirukan perkataannya ketika itu.

Suster yang baru datang itu seketika terdiam. Mematung. Dia terkejut dengan apa yang diceritakan Sari. Bahkan, dia sampai meminta Sari menyebut ulang nama suster yang dimaksud. Dia seketika terlihat pucat saat Sari mengulang nama Marini.

Sang suster menjelaskan, Marini memang suster di asrama tersebut. Namun, dia meninggal sekitar 20 tahun lalu. Dan, makamnya berada di halaman sekolah. Lalu, apa yang tadi Sari makan?

”Saya langsung lemas mendengar cerita itu. Tapi, suster langsung menenangkan saya. Mungkin dia hanya mau berkenalan. Begitu katanya,” terang Sari.

Pengalaman horor lainnya dialami Sari setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Waktu itu dia hendak pulang ke asrama dan melihat perempuan duduk sendirian di dalam kelas yang berjarak tiga ruangan dari tempatnya berkegiatan. Sari sempat mengira perempuan tersebut adalah siswi yang sedang belajar.

Sari berniat mendatangi siswi tersebut untuk menyapa dan mengajak pulang bareng ke asrama. Namun, dia mendadak dipanggil temannya, Linda (bukan nama sebenarnya), dari arah berlawanan. Sari pun menoleh ke arah Linda.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore