
ILUSTRASI.
Kelak, Sari tak melupakan pengalaman hidupnya saat tinggal di Malang. Selama tiga tahun, perempuan asal Bali itu tinggal di gedung yang berdiri sejak zaman Belanda. Berbagai peristiwa di luar nalar dialaminya.
---
SARI (bukan nama sebenarnya) hanya bisa menyesali keputusannya. Ketika melihat kondisi sekolah yang akan dimasukinya pada 2016 tersebut, dia hendak membatalkannya. Namun, orang tuanya telanjur membayar full biaya masuk sekolah.
”Ini salah saya. Saat memilih sekolah di Jawa, saya tidak melihat foto-foto bangunan sekolah dan asrama. Saya hanya telanjur senang karena akan bersekolah di Jawa,” ujarnya ketika menceritakan ulang pengalamannya saat SMA.
Bangunan sekolah Sari dibangun sejak zaman Belanda. Kesan horor terasa saat berjalan menuju halaman belakang. Di sana terdapat beberapa makam suster. Mereka adalah suster yang mendedikasikan hidupnya di sekolah tersebut.
”Tapi, tetap saja. Kenapa harus ada makam di sekolah ini, sih?” keluh perempuan yang kini berusia 24 tahun tersebut.
Ketidaknyamanan itu membuat Sari berpikir akan ada kejadian-kejadian aneh yang menimpanya selama dirinya belajar di sekolah tersebut. Benar saja. Suatu ketika, Sari demam. Tak bisa ikut kegiatan asrama. Dia hanya bisa tidur di kamar.
Saat beristirahat, Sari didatangi seorang suster. Di asrama tersebut, siswa yang sakit akan dirawat langsung oleh suster. Karena itu, Sari menyambut kehadiran sang suster dengan sukacita. Sari dibawakan makan malam. Bahkan turut disuapi.
Selang 30 menit, Sari telah menghabiskan makanannya. Sang suster langsung pergi meninggalkan Sari. Namun, tak lama setelah itu, ada suster lain yang mendatangi Sari. Dia membawakan makanan sekaligus hendak menyuapi Sari. Tentu saja Sari seketika heran.
”Lho, Sus. Tadi saya sudah disuapi Suster Marini (bukan nama sebenarnya). Barusan saja,” ucap Sari menirukan perkataannya ketika itu.
Suster yang baru datang itu seketika terdiam. Mematung. Dia terkejut dengan apa yang diceritakan Sari. Bahkan, dia sampai meminta Sari menyebut ulang nama suster yang dimaksud. Dia seketika terlihat pucat saat Sari mengulang nama Marini.
Sang suster menjelaskan, Marini memang suster di asrama tersebut. Namun, dia meninggal sekitar 20 tahun lalu. Dan, makamnya berada di halaman sekolah. Lalu, apa yang tadi Sari makan?
”Saya langsung lemas mendengar cerita itu. Tapi, suster langsung menenangkan saya. Mungkin dia hanya mau berkenalan. Begitu katanya,” terang Sari.
Pengalaman horor lainnya dialami Sari setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Waktu itu dia hendak pulang ke asrama dan melihat perempuan duduk sendirian di dalam kelas yang berjarak tiga ruangan dari tempatnya berkegiatan. Sari sempat mengira perempuan tersebut adalah siswi yang sedang belajar.
Sari berniat mendatangi siswi tersebut untuk menyapa dan mengajak pulang bareng ke asrama. Namun, dia mendadak dipanggil temannya, Linda (bukan nama sebenarnya), dari arah berlawanan. Sari pun menoleh ke arah Linda.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
