Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2023 | 03.14 WIB

PDIP Se-Jatim Bagikan 222 Ekor Sapi Kurban

DPD PDI Perjuangan Jatim dan 38 DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur bagikan hewan kurban ke masjid masing-masing wilayah. - Image

DPD PDI Perjuangan Jatim dan 38 DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur bagikan hewan kurban ke masjid masing-masing wilayah.

JawaPos.com–Perayaan Idul Adha 1444 H, seluruh umat muslim yang mampu diwajibkan beribadah haji dan memberikan daging hewan kurban bagi kaum fakir miskin. Untuk menunaikan kegiatan kurban, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan 38 DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur serentak membagikan hewan kurban kepada panitia kurban di masjid masing-masing wilayah.

Di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Jalan Raya Kendangsari Industri No. 57 Surabaya menyembelih 2 ekor sapi. Selebihnya dibagikan ke masing-masing kantor DPC PDI Perjuangan se Jawa Timur. Terlihat pula antrean masyarakat yang menerima kupon pembagian hewan kurban Idul Adha di sekitar kantor partai berlogo banteng moncong putih tersebut.

Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengungkapkan, total hewan kurban dari PDI Perjuangan se Jatim 222 ekor sapi untuk kurban Idul Adha tahun ini. ”Inilah wujud gotong royong seluruh 3 pilar partai se Jatim,” ungkap Said di Surabaya.

Pada pelaksanaan hari raya kurban 2023, DPD PDI Perjuangan Jatim memberikan bantuan 38 ekor sapi kepada masing-masing DPC PDI Perjuangan se Jatim. Selain itu, masing-masing DPC juga mendapatkan bantuan hewan kurban dari jajaran kepala daerah, wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta anggota DPR dan DPRD dari PDI Perjuangan.

Berdasar data, PDI Perjuangan se Jatim membagikan 222 ekor sapi kurban kepada fakir miskin di sekitar kantor mereka.

”Kami ingin momentum hari raya kurban ini menjadi tradisi yang baik bagi setiap kader PDI Perjuangan, khususnya di jajaran struktural partai untuk terus merawat semangat berbagi, semangat untuk bergotong royong,” ujar Said.

Menurut dia, tidak ada artinya PDI Perjuangan diasosiasikan sebagai partainya wong cilik, kalau daya ingat dan daya geraknya tidak merujuk pada arah dan usaha untuk memperbaiki kehidupan kaum fakir miskin. ”Oleh sebab itu, setiap Idul Adha adalah alarm spiritual, ada kewajiban sosial yang harus kita tunaikan, yakni berbagi dengan tetangga sekitar yang fakir miskin,” tambah Said, politikus senior yang juga Ketua Banggar DPR itu.

Said berharap pelaksanaan kurban bukan dimaknai hanya kewajiban umat muslim, melampaui hal itu harus mulai dijadikan tradisi baik.

”Di situ ada nilai gotong royong. Jiwa gotong royong itulah yang harus kita rawat, sebab gotong royong inilah perasan inti dari Pancasila yang kita hayati. Dengan ikut berkurban, kita juga ikut andil menggerakkan perekonomian. Sebab ada permintaan sapi dan kambing kepada para peternak, jasa transportasi juga kebagian rezeki. Ada efek multiplayer secara ekonomi di tengah-tengah rakyat,” tutur Said.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore