
Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun.
JawaPos.com–Hingga saat ini, jajaran Polres Tegal masih mendalami penyebab utama kecelakaan bus di objek Wisata Guci Tegal pada Minggu (7/5). Termasuk terkait isu anak kecil bermain handrem bus yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan korban.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk, sopir dan kernet bus yang saat ini telah diamankan.
Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat mendatangi lokasi kejadian mengatakan, akibat kecelakaan itu ada satu orang yang meninggal dunia dan 35 orang lainnya luka. Untuk korban meninggal yakni bernama Maja, 60, warga Tangerang Selatan.
”Kecelakaan bus terjadi pada Minggu (7/5) sekitar pukul 08.30 WIB,” kata Kapolres Mochammad Sajarod Zakun kepada Radar Tegal.
Menurut dia, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab utama kecelakaan. Termasuk isu adanya anak kecil bermain handrem bus sesaat sebelum terjadinya kecelakaan yang sudah telanjur viral.
”Kita masih lakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Termasuk, isu anak kecil mainan handrem bus sesaat sebelum kejadian,” ujar Kapolres Mochammad Sajarod Zakun.
Menurut Kapolres, saat ini bangkai bus masih berada di sungai yang dalamnya sekitar 5 meter dari jalan. Nanti, setelah terangkat pihaknya akan melakukan pendalaman sehingga bisa mengetahui kebenaran isu anak mainan handrem bus nahas tersebut.
”Bus masih di sungai, kalau sudah kita angkat dan lanjutkan penyelidikan bisa kita ketahui penyebabnya,” ucap Mochammad Sajarod Zakun.
Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan pengelola objek wisata. Hal itu, terkait dengan pemasangan pagar pengaman di pinggir jalan.
”Untuk pemasangan pagar pengaman, kita akan meminta keterangan pengelola objek wisata,” ujar Kapolres Mochammad Sajarod Zakun.
Sebelumya, beberapa saat setelah kecelakaan tersebut, mencuat isu adanya anak kecil yang bermain tuas rem tangan atau handrem bus nahas itu. Belakangan, ada salah satu saksi yang memberikan keterangan terkait hal itu.
Salah satu saksi, Herman, membantah isu tersebut. Tidak ada anak kecil yang memainkan handrem bus yang mengakibatkan bus meluncur sendiri hingga masuk ke sungai.
”Saya berada di dalam bus saat kejadian dan bus tiba-tiba berjalan dan baru berhenti saat jatuh ke sungai. Jadi tidak ada anak kecil yang memainkannya,” kata Herman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
