Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2023 | 02.40 WIB

Arus Mudik Jawa–Bali Sudah Capai Puncak, Laka Tol di Jatim Tertinggi

ANTRE KELUAR: Penumpang pengguna sepeda motor menunggu giliran keluar dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (19/4). - Image

ANTRE KELUAR: Penumpang pengguna sepeda motor menunggu giliran keluar dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (19/4).

JawaPos.com – Sesuai prediksi, puncak arus mudik penyeberangan Jawa–Bali terjadi Rabu (19/4). Sedangkan peningkatan arus kendaraan masih berlangsung di jalur darat di wilayah Jatim. Diperkirakan, situasi itu terjadi hingga menjelang hari H Lebaran mendatang.

Di Pelabuhan ASDP Ketapang, sejak Selasa (18/4) hingga Rabu (19/4), tercatat 52.104 orang dan 16.531 kendaraan menyeberang dari Bali. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jumlah pemudik mengalami peningkatan signifikan. Ratusan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua dari Gilimanuk, Bali, memenuhi dermaga sejak Selasa malam.

Salah seorang pemudik Sarwo, 55, harus menunggu sampai enam jam sebelum akhirnya bisa terangkut kapal. ”Saya sampai depan Pelabuhan Gilimanuk jam 12 malam, baru naik kapal jam 6 pagi,” ujar pemudik asal Solo tersebut.

Akibat situasi itu, pihak pelabuhan mengoperasikan kapal tambahan, yakni KMP Jatra II, untuk mengurai kepadatan kendaraan dan penumpang. Koordinaurtor BPTD Jatim Wilayah Ketapang Rocky Surentu menambahkan, KMP Jatra II akan terus beroperasi sampai jumlah penumpang di Gilimanuk terurai. ”KMP Jatra II hanya bertugas memuat kendaraan dari Gilimanuk,” ucapnya.

Peningkatan arus kendaraan juga terlihat di jalur darat, termasuk di ruas-ruas tol. Seperti di ruas Ngawi-Solo–Kertosono. Terjadi kenaikan jumlah kendaraan masuk Jatim sebesar 10 persen.xq

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memantau arus lalu lintas di tol tersebut. Dia meminta pengelola tol di Jatim menambah papan peringatan di sejumlah titik.

Sebab, papan peringatan itu sangat penting. Sebab, angka kecelakaan lalu lintas di tol akibat pengendara lelah atau mengantuk mendominasi. ”Terlebih, di wilayah Jawa Timur tertinggi setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tuturnya. 

Hindari Macet dan Potensi Bencana via Peta Mudik

Pemudik yang melintas di wilayah Jatim diminta waspada. Sebab, cukup banyak jalur mudik yang rawan mengalami bencana alam serta kemacetan.

Untuk mempermudah pemantauan secara mandiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim meluncurkan peta jalur mudik. Layanan tersebut bisa diakses secara real time melalui s.id/petamudik atau smartpb.bpbd.jatimprov.go.id/dasbor.

Di sana situasi jalur-jalur utama terkini bisa diketahui. Rabu (19/4), misalnya, ada tiga bencana yang terpantau dalam peta. Yakni, angin kencang di wilayah Jombang serta bencana longsor dan pohon tumbang di Malang.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, peta mudik dibuat karena masih tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Jatim. ”Kami membuat peta mana saja daerah yang rawan,” ujarnya kepada Jawa Pos Rabu.

Tujuannya, ketika melintas di dekat area bencana, pemudik bisa menyiapkan antisipasi. ”Atau, jika ada potensi macet, pemudik bisa menghindar dan mencari jalur alternatif,” katanya.

Khusus untuk daerah potensi bencana banjir dan longsor, BPBD Jatim telah membuat petanya. Tercatat 38 kabupaten/kota berpotensi mengalami bencana tersebut. ”Kami menyiapkan posko di sejumlah wilayah,” paparnya. (elo/mg3/sat/c9/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore