Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2023 | 06.51 WIB

Kiai Langit Kumpul di Tebuireng, Alissa Wahid: Ada Tiga Agenda Utama

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Sejumlah ’’Kiai Langit’’ sebutan lain kiai sepuh dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (16/2) malam berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Hadir pula Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan jajaran pengurus PBNU dan PWNU.

Menurut Alissa Wahid, salah seorang ketua PBNU, kegiatan di Tebuireng itu menjadi forum para kiai. Khususnya, yang berada dalam struktur Jamiyah NU. ’’Jika pada 7 Februari lalu (resepsi puncak Satu Abad NU di Sidoarjo, Red), perayaan bagi jamaaah, maka forum ini adalah forumnya jamiyah. Yang hadir sebagian besar para pengurus NU," kata putri Gus Dur itu.

Alissa mengatakan, setidaknya ada tiga agenda utama dalam kesempatan tersebut. Pertama, kirim doa untuk para muassis (pendiri) dan masyayikh (sesepuh) NU sebagai wujud terima kasih atas limpahan berkah satu abad NU. Kedua, tasyukuran ulang tahun ke-100. ’’Ketiga, penyampaian harapan para kiai sepuh NU pada abad kedua ini,’’ ujarnya.

Harapan-harapan tersebut akan dicatat dan menjadi acuan penting bagi PBNU dalam mengelola organisasi untuk masa khidmah 2022-2027. "PBNU akan menindaklanjuti, dengan memilah mana yang merupakan fundamen, mana yang masuk kategori strategi, dan mana yang mesti masuk menjadi bagian dari program prioritas NU ke depan," tambahnya.

Soal tempat di Tebuireng, Alissa menilai Ponpes Tebuireng adalah pilihan yang tepat. Di pesantren inilah, pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari dimakamkan persama para kiai sepuh lainnya. Tanpa mengurangi rasa takzim untuk para pendiri NU di daerah lain, ’’Tebuireng adalah simbol tentang semangat kembali ke akar, Episentrumnya NU,’’ tegasnya.

Sebelumnya, kegiatan dimulai pembacaan tahlil dan istighotsah di makbarah keluarga besar Tebuireng. Di pesarean itu, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, KH A. Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan keluarga besar lain dimakamkam. Alissa menyebut, ada sekitar 400 peserta yang hadir. Termasuk para kiai sepuh, jajaran mustasyar, syuriyah PBNU dan PWNU.

Beberapa di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, KH Ali Akbar Marbun, KH Cholil As'ad Syamsul Arifin, dan KH Abdullah Ubab Maimoen. Adapun KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan sambutan dan harapan secara daring.

Sejauh ini, peringatan Harlah Satu Abad NU juga masih semarak di mana-mana di Indonesia. Baik tingkat wilayah, kabupaten, hingga ranting atau desa. "Jika ada peringatan-peringatan serupa, itu wajar karena memang PBNU mengimbau struktur NU di semua tingkatan untuk menyemarakkan momen Satu Abad NU. Bentuk kegiatannya pun beragam," pungkasnya

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore