
Photo
JawaPos.com- Namanya Masjid Hidayatullah. Lokasinya ada di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Bangunan tempat ibadah umat Islam tidak beda jauh dengan masjid di kampung-kampung lain. Meski sudah memiliki nama itu, namun masjid itu banyak dikenal sebutan Masjid Ponari.
Ponari? Nama tersebut viral pada 2009 silam. Si bocah 9 tahun, pemilik batu petir atau batu ajaib. Diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Ribuan warga berbondong-bondong datang ke rumahnya. Dari pagi hingga malam. Setiap hari. Kabar itu begitu cepat meluas.
Kini, lelaki yang bernama lengkap Muhammad Ponari Rahmatullah itu beranjak dewasa. Pun sudah menikah.
Nah, proses pembangunan Masjid Hidayatullah itu bertepatan ketika Ponari kejadian itu. ”Sumber dananya dari iuran masyarakat. Waktu itu kebetulan Ponari viral. Dan, Ponari ikut menyumbang banyak untuk pembangunan masjid,” kata M. Syaiful Fatoni, ketua takmir Masjid Hidayatulloh, seperti dikutip Jawa Pos Radar Jombang (20/1).
Sejatinya, ’’Masjid Ponari’’ itu dirikan sejak 1977. Saat itu, bangunan masjid masih sangat sederhana. Masjid pertama di Dusun Kedungsari. Mulanya masjid berdiri hanya selebar 8 meter dan panjang 10 meter. Namun, karena jumlah jemaah terus bertambah, masyarakat sepakat memperbesar masjid. Setelah dana cukup banyak, renovasi dilakukan mulai 2005.
Selang beberapa tahun, ada kejadian Ponari viral karena batu ajaibnya itu. Kemudian, saat itu Ponari ikut menyumbangkan uang Rp 200 juta untuk pembangunan masjid. ”Jadi bukan full dari Ponari, masyarakat iuran, dan Ponari menambah dana Rp 200 juta,” ujar Fatoni.
Warga sekitar tetap mengenal masjid itu sebagai Masjid Hidayatullah. Namun, di luar warga Kedungsari, banyak mengenalnya sebagai Masjid Ponari. ”Yang orang jauh ngertinya Masjid Ponari. Padahal, namanya tidak ada Ponari sama sekali. Kalau Gang Ponari memang ada. Kurang lebih 500 meter selatan masjid itu dikenal Gang Ponari,” jelasnya.
Masjid tersebut berdiri kokoh. Bangunannya mepet dengan jalan utama Megaluh-Perak. Karena lahan terbatas, masjid dibangun dua lantai. Dengan demikian bisa menampung jamaah lebih banyak. Di bagian depan, masjid memiliki tangga di sisi kanan dan kiri. Di sisi selatan, tampak bedug dan kentongan.
Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, ruang utama masjid dikunci. Namun, jemaah tetap bisa menjalankan ibadah di serambi.
”Jika tidak jatuh pada waktu salat wajib, masjid bagian dalam dikunci. Namun, serambi masjid, semua perlengkapan ibadah disiapkan. Mulai dari tempat wudu, mukenah, juga Alquran yang biasa dipakai pengguna jalan yang melintas,” singkatnya.
Saat Ponari viral, kala itu Masjid Hidayatullah nyaris tidak pernah sepi. Setiap hari jadi jujukan warga. Dari berbagai daerah. Mereka minta didoakan Ponari agar sembuh dari penyakitnya. ”Padahal, saat itu kondisi masjid masih belum selesai sempurna. Sebab, masih ada pembangunan,” terang Fatoni.
Selain menjadi tempat ibadah, kala itu masjid juga sebagai tempat singgah. Bahkan, tak jarang ada puluhan warga yang menginap di masjid tersebut. Demi mendapatkan nomor antrean. Hingga sekarang, masjid masih menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
