Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2023 | 05.56 WIB

Destinasi Wisata Gili Trawangan Lombok Utara Dilanda Banjir

Banjir di kawasan pusat Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/1). Awaludin/Antara - Image

Banjir di kawasan pusat Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/1). Awaludin/Antara

JawaPos.com–Banjir setinggi betis orang dewasa melanda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Banjir itu akibat tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin (2/1).

”Hujan lebat terjadi sejak siang menjelang sore, namun sumur resapan tidak mampu menampung air hujan,” kata Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan seperti dilansir dari Antara di Mataram, Senin (2/1) malam.

Dia mengatakan, kondisi air yang mencapai betis orang dewasa mengganggu kenyamanan wisatawan. Terlebih para wisatawan masih banyak yang belum meninggalkan Gili Trawangan setelah merayakan malam tahun baru.

”Kondisi seperti ini tentu mengganggu kenyamanan wisatawan. Bahkan mungkin ada hotel di kawasan central yang terdampak. Tapi air sudah mulai surut malam ini (2/1),” ujar Lalu Kusnawan.

Menurut Kusnawan, Gili Trawangan tidak memiliki drainase sebagai tempat penyaluran air hujan. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah membuat sumur resapan dari wilayah Utara hingga ke Selatan. Namun sumur resapan tersebut belum mampu menampung air setiap kali hujan lebat turun. Hal itu juga yang menyebabkan kawasan pusat Gili Trawangan sering terjadi banjir.

”Banjir seperti sudah menjadi jatah. Kalau hujan seharian penuh siap-siap dikirimkan perahu karet untuk sarana pengganti cidomo (kendaraan tradisional Lombok),” ucap Kusnawan.

Dia berharap kondisi banjir setiap kali hujan lebat di kawasan pusat Gili Trawangan mendapat perhatian dari berbagai pihak terbaik. Terutama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Sebab, banjir sering terjadi ketika ramai kunjungan turis mancanegara.

”Misalnya pada momen Tahun Baru 2023, diperkirakan jumlah wisatawan di kawasan wisata tiga gili (Gili Trawangan, Meno dan Air) mencapai lebih dari 4.000 orang, namun sebagian besar berada di Gili Trawangan,” terang Lalu Kusnawan.

Menurut Kusnawan, pada momen Tahun Baru 2023 tersebut, tingkat hunian hotel rata-rata mencapai 90 persen. Bahkan ada yang mencapai 100 persen. Kondisi tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

”Hingga hari ini (2/1), masih ada wisatawan yang tinggal di Gili Trawangan. Biasanya mereka pulang pada 2 atau 3 Januari. Kebetulan hari ini juga kapal cepat tidak beroperasi,” tutur Lalu Kusnawan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore