
Banjir di kawasan pusat Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/1). Awaludin/Antara
JawaPos.com–Banjir setinggi betis orang dewasa melanda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Banjir itu akibat tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin (2/1).
”Hujan lebat terjadi sejak siang menjelang sore, namun sumur resapan tidak mampu menampung air hujan,” kata Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan seperti dilansir dari Antara di Mataram, Senin (2/1) malam.
Dia mengatakan, kondisi air yang mencapai betis orang dewasa mengganggu kenyamanan wisatawan. Terlebih para wisatawan masih banyak yang belum meninggalkan Gili Trawangan setelah merayakan malam tahun baru.
”Kondisi seperti ini tentu mengganggu kenyamanan wisatawan. Bahkan mungkin ada hotel di kawasan central yang terdampak. Tapi air sudah mulai surut malam ini (2/1),” ujar Lalu Kusnawan.
Menurut Kusnawan, Gili Trawangan tidak memiliki drainase sebagai tempat penyaluran air hujan. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah membuat sumur resapan dari wilayah Utara hingga ke Selatan. Namun sumur resapan tersebut belum mampu menampung air setiap kali hujan lebat turun. Hal itu juga yang menyebabkan kawasan pusat Gili Trawangan sering terjadi banjir.
”Banjir seperti sudah menjadi jatah. Kalau hujan seharian penuh siap-siap dikirimkan perahu karet untuk sarana pengganti cidomo (kendaraan tradisional Lombok),” ucap Kusnawan.
Dia berharap kondisi banjir setiap kali hujan lebat di kawasan pusat Gili Trawangan mendapat perhatian dari berbagai pihak terbaik. Terutama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Sebab, banjir sering terjadi ketika ramai kunjungan turis mancanegara.
”Misalnya pada momen Tahun Baru 2023, diperkirakan jumlah wisatawan di kawasan wisata tiga gili (Gili Trawangan, Meno dan Air) mencapai lebih dari 4.000 orang, namun sebagian besar berada di Gili Trawangan,” terang Lalu Kusnawan.
Menurut Kusnawan, pada momen Tahun Baru 2023 tersebut, tingkat hunian hotel rata-rata mencapai 90 persen. Bahkan ada yang mencapai 100 persen. Kondisi tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
”Hingga hari ini (2/1), masih ada wisatawan yang tinggal di Gili Trawangan. Biasanya mereka pulang pada 2 atau 3 Januari. Kebetulan hari ini juga kapal cepat tidak beroperasi,” tutur Lalu Kusnawan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
