Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Desember 2022 | 04.21 WIB

Polda Sulsel Respons Video Viral Dugaan KKN di Institusi Polri

Ilustrasi kendaraan dinas patroli polisi. Darwin Fatir/Antara - Image

Ilustrasi kendaraan dinas patroli polisi. Darwin Fatir/Antara

JawaPos.com–Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan merespons video viral di media sosial yang disampaikan salah seorang anggota Bimnas Polres Tana Toraja Aipda Aksan. Dia meminta Kapolri menindak tegas dugaan praktik KKN di institusi Polri.

”Terhadap video viral bisa kita klarifikasi bahwa ucapan itu tidak benar. Propam sudah melakukan penyelidikan, kita sudah memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa,” kata Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Komang Suartana seperti dilansir dari Antara di Makassar, Sabtu (3/12).

Menurut dia, berdasar hasil pemeriksaan semua itu tidak benar. Yang bersangkutan sudah mengklarifikasi atas ucapannya yang sudah telanjur beredar luas di media sosial.

Komang mengungkapkan, yang bersangkutan selama ini mempunyai catatan kurang baik karena pernah melakukan pelanggaran disiplin pada 2012 dan telah dihukum. Bahkan, pada 2017 yang bersangkutan pernah melakukan pelanggaran pengambilan kendaraan.

”Itu sudah diproses serta mendapat teguran. Sanksi pelanggaran disiplin diberikan saat sidang dan bersangkutan ditahan 21 hari di tahanan khusus,” papar Komang Suartana.

Kemudian pada 2021, lanjut Komang, yang bersangkutan mengikuti lelang kendaraan, namun tidak mendapat unit sehingga melaporkan Kasubag Sapras. ”Jadi, hasil catatan didapat bahwa terungkap yang bersangkutan itu membuat opini sendiri terkait apa yang dibuat dalam video di media sosial,” ujar Komang Suartana.

Mengenai ucapan bahwa yang bersangkutan dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja dengan menuding Kapolres AKBP Alfian Nurnas atas dugaan korupsi kendaraan dinas Polres Palopo, pemangkasan jatah bahan bakar minyak (BBM) personel, dan lain-lain sebagainya, masih dalam penyelidikan. ”Untuk pernyataan bersangkutan terhadap Kapolres Palopo, nanti kita dalami. Untuk sanksi bersangkutan kita tunggu hasil pemeriksaannya,” jelas Komang Suartana.

Sebelumnya, video curhatan hati personel Binmas Polres Tana Toraja Aipda Aksan tersebar luas di jagat maya. Pada awal video sempat mengucapkan salam dan meminta izin kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sembari menyebut Nomor Registrasi Pusat (NRP) dan pangkatnya.

Dia menyampaikan dan meminta tolong agar institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia. Sebab, sekarang semakin tidak karuan dan sejak awal dinilai rekrutmen anggota sudah tidak bagus.

”Yang pertama, masuk polisi harus bayar. Kedua, mau pindah harus bayar, dan yang ketiga mau jadi perwira harus bayar. Jadi, bagaimana ke depannya Polri kalau semua harus bayar,” ucap Aksan dalam video.

Kemudian, lanjut dia, rata-rata pimpinan di bawah bukan mengajarinya ke jalan yang bagus, tetapi malah mengajari ke jalan tidak benar. Contohnya, mereka diduga memangkas DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran), memangkas uang BBM, uang makan, dan lain sebagainya. Dia menyampaikan permohonan kepada Kapolri karena dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tanah Toraja lantaran membongkar perbuatan Kapolres AKBP Alfian Nurnas, diduga korupsi kendaraan Dinas Polres Palopo, BBM, dan lain sebagainya.

”Untuk menutupi itu, saya dimutasi ke Polres Tana Toraja, katanya saya mempereteli (dituduh) motor dinas,” ungkap Aksan dalam video tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore