
TAK ADA AKTIVITAS: Kondisi bangunan utama RS yang masih terawat meski kosong lama. Tak dipakai sejak 2018, RS itu sempat digunakan untuk selter sementara saat Covid-19 mencapai puncaknya pada 2021. (Ahmad Reza/Jawa Pos)
Halamannya yang luas sering dimanfaatkan warga sekitar untuk memarkirkan mobil atau angkot. Namun, hanya sebatas itu mereka berani masuk. Sebab, atmosfer yang tidak nyaman langsung terasa ketika mereka berada di dekat bangunan yang kosong sejak empat tahun lalu tersebut. Terutama di bagian tempat parkir ambulans.
---
SAAT melintasi Jalan Lapangan Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIJ, dari arah selatan menuju Panggung Krapyak, di kiri jalan akan terlihat sebuah bangunan lama yang tak lagi berfungsi. Salah satu sisi bangunan menampakkan tulisan Rumah Sakit Umum (RSU) Veteran Patmasuri.
Menurut warga sekitar, rumah sakit yang dibangun pada 1980-an itu dulu menjadi salah satu tempat dengan fasilitas kesehatan yang cukup baik. ”Dulu ruame di sini,” kata Nur Fatimah, warga sekitar.
Namun, rumah sakit dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu, menurut Nur, berhenti beroperasi pada empat atau lima tahun lalu. ”Terakhir masih ada pasien datang, tapi sedikit ya sekitar 2017 atau 2018-an awal,” tutur wanita 55 tahun itu.
RSU Veteran Patmasuri memiliki dua gerbang, selatan dan utara. Gerbang selatan sejak beberapa tahun terakhir ditutup. Nur mengatakan, sebenarnya pada 2021 saat Covid-19 sedang naik, tempat tersebut difungsikan lagi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul untuk selter pasien positif. ”Sering juga sampai di lobi gitu, orangnya sudah meninggal,” ungkapnya.
Saat diintip di bagian dalam, masih ada beberapa alat kesehatan. Mulai tempat tidur pasien hingga beberapa alat medis lainnya. ”Kalau dibilang angker, ya dari pas zaman rumah sakit ya angker,” ucapnya.
Nur yang memang berjualan di angkringan tepat di kanan gerbang selatan parkiran tersebut mengaku sering ”ditemani” sosok-sosok yang ada di sana saat berjualan. ”Ya gitu, kan punya saya buka dari malam sampai pagi, ya ada aja pasti,” ujarnya. Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah munculnya sosok yang menyerupai suaminya.
Nur menceritakan, pada suatu malam dirinya tiba-tiba melihat suaminya duduk ikut menjaga angkringan. ”Kan biasanya suami saya, kalau malam, ikut jaga duduk di depan gerbang portal sana deket pos tempat ambulans,” jelas Nur sambil menunjuk tempat yang dimaksud.
Saat itu, lanjut dia, tidak banyak pembeli yang datang. Sebab, banyak santri di sekitar Desa Panggungharjo yang pulang. ”Biasanya malam kadang ada santri,” katanya. Tetapi, pada malam itu tidak ada santri. Suaminya yang sedang duduk saat itu hanya bersandar di gapura gerbang keluar parkiran sambil merokok.
”Saya ngobrol eh nggak digubris, rokokan ngadep ke atas pohon gitu,” ujarnya.
Tiba-tiba seorang pembeli masuk dan memesan. Nur yang awalnya berbicara sendiri menghadap suaminya kemudian langsung berdiri sambil mendengarkan pesanan pembeli. ”Nggak sampai menit-menit kok, pas bangun tiba-tiba suami saya hilang,” tuturnya. Nur yang tidak memiliki firasat apa pun kembali melanjutkan aktivitasnya.
Sekitar lima menit kemudian, suaminya datang dari arah selatan dengan naik motor. ”Di situ saya kaget karena katanya habis keluar dari rumah saudara,” ungkapnya.
Sementara itu, Ngatemo, warga lain, mengatakan, beberapa warga sering mengaitkan tutupnya rumah sakit tersebut dengan keberadaan sosok yang menjaga rumah sakit itu sejak lama. ”Ya balik lagi katanya kan ada sosok besar yang menjaga sana karena sekitaran panggung adalah hutan gitu, jadi mungkin saja,” kata pria 65 tahun itu.
Terlebih, menurut dia, pohon trembesi besar yang berada di atas angkringan Nur memiliki sosok penjaga. ”Sekitar situ sama parkiran ambulans sana, ada sosok besar kayak genderuwo,” tuturnya.
Ngatemo menambahkan, ada salah satu kejadian yang pernah menggegerkan warga. Menurut dia, hal tersebut terjadi malah saat rumah sakit masih beroperasi. Saat malam, ada seorang laki-laki yang hendak membeli nasi goreng. Tetapi, karena hujan, warga tersebut duduk di dalam gubuk warung soto yang sudah tutup di sisi selatan rumah sakit.
Ketika hendak memasuki gubuk warung tersebut, pria itu melihat sosok hitam besar yang membungkuk hingga mukanya tepat berada di pintu gubuk tersebut. Karena kaget, pria itu lari menjauhi gubuk warung. ”Orang lewat atau warga memang bilang yang paling seram di parkiran ambulans,” ujarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
